oleh

Fakta Kematian Diego Maradona, Dirawat ‘Sembrono’ Sebelum Meninggal

ARGENTINA – Dewan medis yang ditunjuk untuk menyelediki kematian Diego Maradona menyimpulkan tim medis bintang sepak bola itu bertindak dengan “tidak pantas, kurang dan sembrono”.

Kematian Maradona pada November tahun lalu, yang mengguncang Amerika Selatan di mana dia dihormati, memicu saling tunjuk tentang siapa yang harus disalahkan setelah ikon sepak bola itu menghadapi pertempuran melawan kecanduan alkohol dan kesehatan yang buruk.

Jaksa Argentina melakukan penyelidikan tak lama setelah kematian Maradona pada usia 60 tahun akibat gagal jantung di sebuah rumah dekat Buenos Aires, termasuk memerintahkan penggeledahan properti dokter pribadinya dan menyelidiki orang lain yang terlibat dalam perawatannya.

Maradona, yang dijuluki “D10S”, sebuah plesetan dari kata Spanyol untuk dewa, dan “Pelusa” untuk rambut surainya yang menonjol, telah berjuang melawan kecanduan alkohol dan obat-obatan selama bertahun-tahun dan telah menjalani operasi otak pada November tahun lalu.

Pada Maret tahun ini, dewan medis yang ditunjuk oleh Kementerian Kehakiman bertemu untuk menganalisis tuduhan yang menyebut anggota tim kesehatan Maradona tidak merawatnya secara memadai.

“Tindakan tim kesehatan yang bertugas menangani DAM (Diego Armando Maradona) tidak memadai, kurang dan sembrono,” kata laporan dewan medis dilansir dari Antara, Senin (3/5).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga