Euforia Vaksinasi Covid-19 Jangan Tumbalkan Protokol Kesehatan

Sejumlah peserta vaksinasi dari kalangan lansia saat menjalani tensi darah sebelim disuntikan dosis vaksin. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kill Covid-19 Bandung bersama Yayasan Darma Wulan dan Ikatan Alumni (IKA) perguruan tinggi bertempat di Padalarang. (FOTO WISNU/JABAR EKSPRES)
Sejumlah peserta vaksinasi dari kalangan lansia saat menjalani tensi darah sebelim disuntikan dosis vaksin. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kill Covid-19 Bandung bersama Yayasan Darma Wulan dan Ikatan Alumni (IKA) perguruan tinggi bertempat di Padalarang. (FOTO WISNU/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

“Sebenarnya untuk jangka pendek kita fokus ke penanganan Covid-19. Jadi proses vaksinasi kita geber, kita minta beberapa pihak swasta untuk terlibat membantu kita di Bandung Barat,” ujar Hengky.

Keinginan Hengky menggenjot vaksinasi Covid-19 nampaknya bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, persentase vaksinasi untuk masyarakat kategori lansia di Bandung Barat masih sangat rendah.

Kendala pelaksanaan vaksinasi untuk lansia juga disebabkan keterbatasan jumlah dosis vaksin yang diterima. Rendahnya vaksinasi Covid-19 untuk lansia juga disebabkan banyak yang meminta penundaan waktu vaksinasi menjadi setelah Ramadan. Hal tersebut karena para lansia menyebut ingin fokus beribadah pada malam hari.

Baca Juga:Perwira Siswa Lemdiklat Polri Serahkan Bantuan Alkes ke Berbagai Fasilitas UmumDinantikan Puluhan Tahun, Ini Sosok Sulinggih Baru di Kota Cimahi 

Belum lagi jatah vaksin lansia ada yang dialihkan terlebih dahulu untuk pelayan publik. Saat ini persentase pelayan publik di Bandung Barat yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 mencapai 68,5 persen.

Target penyelesaian vaksinasi Covid-19 di Bandung Barat diperkirakan bakal memakan waktu yang lama, mengingat jatah vaksin yang diterima tak sesuai dengan pengajuan.

“Intinya sih di jatah vaksin yang terbatas. Kalau vaksinnya banyak mungkin bisa lebih cepat. Tapi kalau kondisinya gini ya pasti lama,” pungkasnya. (mg6)

0 Komentar