oleh

Larangan Mudik Telah Ditetapkan Pemerintah, Begini Aturannya Jika Ada Urusan Mendesak

BANDUNG – Seperti diketahui, pemerintah telah resmi melarang masyarakat melakukan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Larangan tersebut telah ditetapkan dan berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Selain itu, diketahui juga bahwa dua pekan sebelum dan setelah masa larangan mudik, akan dilakukan penyekatan di beberapa titik.

Terkait hal itu, Kanit Turjawali Sat Lantas Polresta Bandung, AKP Kiki Hartaki mengatakan, bagi para pemudik yang memaksa akan diputar balikkan ke daerah asal.

Baca Juga:  Larangan Mudik Berakhir, KAI Berangkatkan Puluhan Ribu Penumpang

Adapun tindakan yang akan dilakukan, Kiki menjelaskan bahwa nantinya para pengendara akan dimintai beberapa persyaratan.

“Yang jelas untuk pra mudik, cara bertindak kami adalah menanyakan kepada pengendara tersebut apakah membawa hasil rapid tes dari daerah asal,” ujar Kiki kepada Jabarekspres.com saat ditemui di Mapolantas Cileunyi pada Senin (26/4).

Apabila pengendara tidak membawa hasil rapid tes dari daerah asal, ucap Kiki, harus melaksanakan rapid tes di tempat dan jika hasilnya negatif, maka dapat melanjutkan perjalanan.

Baca Juga:  Pangdam III Siliwangi Ingatkan Kewaspadaan Jangan sampai Kendor

“Apabila tidak membawa hasil rapid tes dari daerah asal dan tidak mau mengikuti rapid tes di tempat, kendaraan tersebut otomatis kita putar balik arahkan,” pungkasnya.

Ia menuturkan, bahwa aturan mudik pada 2021 ini sudah jelas sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga