oleh

UU ITE Bisa Incar Pelanggar WNA

JAKARTA – Undang-Undang No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang direvisi menjadi Undang-Undang No 19/2016 sebab menganut azas ekstrateritorial. Aturan ini dapat menjerat siapapun termasuk warga negara asing (WNA) yang berada dimanapun dan akan mendapat pidana sesuai dengan hukum yang berlaku.

Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyebut ujaran kebencian dan penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang di media sosial sudah tidak bisa ditoleransi.

“Ujaran kebencian atau penistaan agama yang dilakukan oleh Paul Zhang tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima, khususnya oleh Kominfo. Kominfo selalu berpendapat dan memiliki ketegasan untuk menilai bahwa hal ini merusak persatuan bangsa dengan membawa isu SARA di ruang digital seperti halnya di ruang fisik,” katanya, dalam jumpa pers virtual, Selasa (20/4).

Baca Juga:  Bukan Dicabut, UU ITE Hanya Direvisi Terbatas, Simak Alasannya

Dikatakannya, pihaknya hari ini meminta YouTube memblokir 20 konten ujaran kebencian Paul Zhang. Sebanyak 13 konten diblokir hari ini, sementara tujuh konten pada Senin (19/4) kemarin.

Ditegaskannya, pemblokiran konten sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu UU ITE pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A. Dalam pasal tersebut disebutkan “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga