oleh

Mengisi Ramadan Dengan Pendidikan Budi Pekerti

PADA masa pandemi Covid-19 ini Kementrian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) tentang belajar dari rumah. Dalam aturan itu disampaikan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa harus terbebani tuntutan menyelesaikan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan di sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Cimahi menjawab tantangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan melaksanakan PJJ melalui AKTV, sebuah televisi lokal. Semua guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) masing-masing mata pelajaran diberi kesempatan menjadi guru model yang akan memberikan pembelajaran secara live melalui AKTV.

Kegiatan ini menumbuhkan tantangan baru bagi guru-guru. Mereka banyak yang mencoba berbagai cara untuk menarik perhatian peserta didik karena pembelajaran dilakukan tidak secara langsung (daring). Guru dituntut lebih kreatif dan menyampaikan materi lebih menarik. Tidak hanya guru yang mendapatkan tantangan, tetapi juga peserta didik. Sebab, dalam pembelajaran jarak jauh melalui AKTV ini dihadirkan tiga orang peserta didik yang diharapkan dapat mewakili peserta didik lainnya yang belajar di rumah. Peserta didik yang belajar di rumah melalui AKTV dibekali Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah diberikan sebelumnya melalui guru masing-masing sekolahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga