oleh

Pemkot Cimahi Minta Perketat Keamanan di Rumah Ibadah

CIMAHI – Umat Kristiani di Kota Cimahi menyampaikan pesan yang cukup menyejukan setelah adanya ledakan di Gereja Katedral, Makasar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Pengurus Kedukaan Gereja Santo Ignatius, Johny George Laurenz Muaya mengatakan, aksi radikal seperti pengeboman tidak diajarkan dalam agama apapun. Ia meyakini semua agama mengajarkan kebaikan, baik Islam, Kristen dan sebagainya.

Sebagai umat Kristiani, Johny sama sekali tidak berpikir negatif atas kejadian ini. Menurutnya, kejadian peledakan itu hanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Islam ajarannya sama, tidak brutal. Dan Kristen juga sudah paham. Kita gak nyalahin, karena agama mengajarkan yang baik,” ujarnya, Senin (29/3).

Ditegaskannya, sejauh ini kerukunan antar umat beragama di Kota Cimahi sangat baik. Johny meyakini kondisi ini akan terus terjaga. “Di sini ada kesejukan, kita setiap hari gaulnya sama mayoritas Islam,” tegasnya.

Untuk pengamanan di Gereja Santo Ignatius pasca kejadian ledakan itu, lanjut Johny, tidak ada perbedaan dari sebelumnya. Hanya saja memang sejak lama tamu yang datang selalu dilakukan pengecekan oleh pihak keamanan.

“Di sini tetap normal. Kalau tamu memang prosedurnya tamu memang ditanya dulu,” tukasnya.

Pemkot Cimahi meminta pihak keamanan seperti Polri dan TNI untuk mempertebal pengamanan di sejumlah tempat ibadah di Kota Cimahi. Hal tersebut untuk mengantisipasi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makasar pada Minggu (28/3/2021).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga