oleh

Acukan Eropa dan India, Libur Panjang Sumbangkan Peningkatan Covid

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sangat mendukung kebijakan peniadaan libur panjang terkait mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi. Hal ini  mengacu pada alasan bahwa libur panjang selalu berdampak pada peningkatan kasus COVID-19. Oleh karenanya, kebijakan larangan mudik sangat perlu diapresiasi untuk bisa menekan laju penambahan kasus COVID-19.

“Memang kita kita nggak punya pilihan banyak mengenai libur (Lebaran) ini. Kita lihat pengalaman di Eropa, India begitu. Dibuka, langsung naik (angka positif) 30 persen,” katanya, Jumat (26/3).

Dengan pertimbangan itulah, maka pemerintah memutuskan libur Lebaran ditiadakan dan mengimbau masyarakat tidak mudik di luar situasi mendesak sebelum dan sesudah Lebaran. Terlebih menurutnya bahwa peniadaan libur panjang untuk mudik Lebaran bertujuan menekan penyebaran COVID-19. Sebab, momentum libur panjang rentan menyumbang kenaikan COVID-19.

“Sudah diputuskan di rapat kabinet, libur Lebaran di hold dulu,” katanya. (fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga