oleh

Sebelum Pelaksanaan PTM, DPRD Kota Bandung Wajibkan Adanya Simulasi

BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mewajibkan adanya simulasi sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut merupakan upaya agar mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selama PTM berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelum dibuka, wajib hukumnya simulasi,” tegas Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan kepada wartawan di Plaza Balai Kota Bandung, Rabu (24/3).

“Kita tetap mendorong pemerintah kota Bandung tetap harus melakukan simulasi, protokol kesehatannya, ketika mereka di dalam kelas, mereka bermain, kemudian ketika akan pulang betul-betul harus dilakukan simulasi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Baru 60 Persen, Vaksinasi Guru, Simulasi PTM di KBB Terhambat

Ia menambahkan, pihaknya ingin Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui dinas terkait melakukan simulai sama halnya ketika relaksasi ekonomi diberikan.

“Itu (simulasi, red) kita juga ingin melihat ketika diprosesnya sama dengan ketika Pemkot membuka mal membuka tempat-tempat hiburan, ada simulasi. Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama bisa melakukan simulasi tatap muka ini,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, awal penerapan PTM tidak akan dilakukan 100%. Sehingga terdapat beberapa skenario yang telah disiapkan.

Baca Juga:  Kejar PTM Sekolah, Kecamatan Coblong Terus Berbenah 

“Kita kemarin menanyakan terkait dengan sistem sekolah ternyata tatap muka ada beberapa tipe. Ada yang shift pagi ada shift siang, ini kemungkinan yang dipake seperti ini. Tapi ada alternatif lagi sepekan belajar sepekan engga,” tuturnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga