Puluhan Massa Datangi Aktivitas Galian Cibuntu Sumedang, Ketua RW Bilang Mereka Bukan Warga Asli

Sejumlah masa mendatangi aktivitas galian di wilayah RT 10 RW 03, Dusun Cibuntu, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang pada Minggu (21/3). Mereka datang dengan tujuan untuk meminta agar aktivitas pembangunan ruko itu segera dihentikan.

Tujuan mereka mendatangi proyek itu untuk menyampaikan bahwa aktivitas galian itu merugikan warga. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Ketua RW 03, Dusun Cibuntu, Arip mengatakan, massa  bukan warga Dusun Cibogo. Mereka datang untuk menghentikan aktivitas galian dengan alasan proyek tersebut dianggap merugikan.

“Warga sini (Dusun Cibuntu) gak banyak yang datang, 3 orang yang datang. Itu juga warga di sini gak ada yang keberatan. Justru mereka yang datang geruduk banyaknya bukan asli warga sini, bisa dicek domisilinya, malah ada yang domisili Bandung waktu kemarin tuh,” ucapnya.

Menurutnya, justru dengan adanya proyek tersebut warga sekitar terbantu dengan diberdayakan tenaganya dalam aktivitas galian.

“Banyak warga sini yang jadi dapat pemasukan karena diberdayakan, yang nganggur jadi ada kerja,” ujarnya.

“Sangat terbantu. Contoh aja, 12 orang jaga beko, 5 orang siang, malemnya 7 orang, buat jaga alat. Yang bagian gali tanah 4 orang, yang kerja di bangunan 4 orang, ditambah kemarin 2 orang. Belum lagi sopir trek yang bawa tanah. Kalau ini dihentikan ya berarti puluhan orang terpaksa gak ada kerja, gak dapet pemasukan,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Camat Pamulihan Hery Harjadinata mengaku bahwa setiap pihak yang terlibat itu telah melakukan mediasi atas peristiwa itu.

“Kemarin sudah dimediasi, bahkan pihak desa pun hadir,” tutur Hery di Gedung IPP Setda Kabupaten Sumedang pada Senin (22/3).

Salah seorang warga, Tito Saskia (26) mengaku bahwa dengan adanya proyek tersebut, dirinya yang saat ini menganggur karena dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja akibat dampak Covid-19 menjadi dapat pemasukan untuk keluarganya.

“Dulu kerja di Jatos bagian keamanan, cuma karna Covid jadi dirumahkan, sekarang ada proyek jadi lumayan ada dapet pemasukan,” ucap Tito saat diwawancarai di Dusun Cibuntu pada Senin (22/3).

Ia juga mengakui bahwa dengan adanya aktivitas galian tersebut, warga sekitar tidak ada yang merasa keberatan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan