oleh

Dari Mandi Bareng Tanpa Busana Hingga Modus Penipuan, Inilah 6 Fakta Aliran Hakekok Balakasuta

LEBAK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, secara tegas menyatakan ajaran hakekok balakasuta yang berkembang di Pandeglang menyimpang dari agama Islam. Berikut beberapa fakta terkait ajaran hakekok balakasuta.

  1. Mandi bareng laki-laki dan perempuan, tanpa busana.

“Masa, ajaran itu mandi bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa busana. Itu ajaran yang menyesatkan,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahkmad Khudori di Lebak, Jumat (19/3).

Baca Juga:  Sampaikan Progres Perencanaan Pembangunan, Begini Penjelasan Kadishub Jabar

2. Pimpinan dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

Ajaran hakekok balakasuta sangat meresahkan masyarakat, karena bukan hanya di Pandeglang saja. Pernah terjadi juga di Kabupaten Lebak.

Penyebaran paham sesat tersebut kebanyakan pimpinannya dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

3. Sasaran penyebaran hakekok balakasuta.

Kiai Ahkmad Khudori mengatakan, aliran hakekok balakasuta disebarkan dengan mendatangi perkampungan yang terisolir dengan jumlah penduduk relatif kecil.

Biasanya, kata dia, perkampungan terisolir itu sangat tertutup dari warga lainnya juga pemahaman agama Islam cukup minim. Misalnya, kata dia, paham hakekok balakasuta di Pandeglang terjadi di Kecamatan Cigeulis dan Kabupaten Lebak di Kecamatan Lebak Gedong kondisinya terpencil.

Baca Juga:  Kembali Balapan Setelah Cedera Tahun Lalu, Marc Marquez: Rasanya Seperti di Sekolah dengan Kakak Kelas

“Saya kira paham hakekok balakasuta sesat, karena mereka melaksanakan ritual yang bertentangan dengan ajaran agama Islam,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga