oleh

Sistem Ganjil-genap di Wilayah Bogor Dihentikan, Pelaku Usaha Berharap Ekonomi Pariwisata Kembali Pulih

CIANJUR  – Kalangan pelaku usaha sektor pariwisata di Cianjur, Jawa Barat, mengapresiasi dengan dihentikannya sistem ganjil genap di wilayah Bogor, yang dinilai mengakibatkan turunnya kunjungan wisata selama penerapan sistem tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Nano Indra Praja, saat dihubungi Jumat, mengatakan selama penerapan pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah, membuat sektor pariwisata di Cianjur, semakin terpuruk, ditambah dengan penerapan wisatawan wajib membawa surat keterangan bebas COVID-19 antigen.

“Tingkat kunjungan semakin terpuruk setelah pemberlakuan ganjil genap di wilayah Bogor, di mana sebagian besar wisatawan dengan tujuan Puncak-Cianjur dari Jabodetabek, tidak dapat melintas karena harus disertai surat keterangan bebas COVID-19 antigen,” katanya, dilansir dari Antara.

Pihaknya berharap dengan dihentikannya sistem ganjil genap di wilayah Bogor, dapat menjadi angin segar bagi pengelola sektor pariwisata di Cianjur.

Apalagi, ia menyatakan selama satu tahun terakhir, cukup kesulitan untuk menutupi operasional terutama hotel dan restoran karena sepinya tamu yang datang.

“Kami berharap pemerintah daerah membuka kembali pintu untuk wisatawan dari luar dengan berbagai persyaratan yang tidak memberatkan. Namun kami sebagai pengelola tetap akan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya meningkatkan adaptasi kebisaan baru guna memutus rantai penyebaran virus berbahaya,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga