BANDUNG – Sebuah saluran air di Jalan Pasundan, Kelurahan Balong gede, disinyalir menjadi tempat dibuangnya sisa-sisa hasil pencopetan yang terjadi di Alun-alun Kota Bandung.
“Biasanya mereka itu dua Minggu sekali datang ke situ. Biasanya hari Kamis dan Sabtu. Bergerombol seperti itu ya mereka,” ujar juru parkir yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berada di sekitar lokasi pada Rabu, (3/3).
Selain hal itu, tempat tersebut juga acapkali menjadi sebagai lokasi transaksi penjualan barang hasil curian.
Baca Juga:Kembangkan Kualitas Belajar, Kolaborasi Antar Kampus, FISIP Unpas Gencarkan Program Pertukaran MahasiswaRibuan Perusahaan Telah Daftar Program Vaksin Gotong Royong
“Saya menduga ada penadahnya ya. Soalnya sering saya lihat itu ada yang bawa handphone gede-gede, terus dibayar ratusan ribu nampaknya,” ungkapnya.
Menurut penuturannya lagi, para komplotan yang diduga copet tersebut merupakan warga yang berasal dari luar Jawa Barat.
“Dilihat dari wajah dan gaya bicaranya itu nampaknya bukan dari orang pulau Jawa ya,” ujarnya.
