Ia memisalkan pengerukan lumpur di kawasan sungai Pesanggrahan yang setengah hati membuat sungai kembali alami penyempitan dan pendangkalan.
“Dulu sempat dilakukan pengerukan, bahkan sampai dibangun dinding beton di sebelah TPA tapi ketika datang banjir dinding betonnya jebol dan sungainya kembali menyempit seperti sediakala,” tukas Yusuf.
Tak hanya itu, pada saat pembangunan jembatan Pasir Putih yang belakangan jadi sumber penyebab banjir tidak pernah diadakan dialog dengan warga.
Baca Juga:Unik! Kedai Atsumaru di Bandung Tawarkan Sensasi Makan Es Krim Pakai SumpitTeaser The Penthouse Season 2: Ketegangan Antara Dua Wanita
Padahal, menurut dia, partisipasi warga dalam memberikan masukan akan sangat berguna terutama soal desain jembatan yang tepat dan ideal.
“Pembangunan jembatan misalnya, mestinya yang lebih ngerti masalahnya kan warga sini. Tapi, warga sama sekali tak dilibatkan dalam dialog. Padahal masukan warga itu penting,” ucapnya. (Mg12)
