Nahas! Banjir Terjang Daerah Cipayung, Isi 5 Tambak Ikan Milik Ferdinan Amblas

DEPOK – Seakan tak pernah usai, banjir di kawasan Sungai Pesanggrahan, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung itu kini kembali jadi perbincangan warga.

Baru beberapa hari terakhir ini, banjir musiman itu kembali menelan korban. Pada Jumat (19/2) kemarin, wartawan Jabareskpres.com mencoba meninjau langsung lokasi banjir di area sekitar TPA Cipayung, yang diduga jadi penyebab banjir musiman itu.

Dari satu mulut ke mulut yang lain alur ceritanya tetap saja mirip. Penyebab banjir itu tak lain karena penyempitan dan pendangkalan sungai, ditambah konstruksi jembatan penghubung antara Kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Cipayung yang kurang bagus.

Menurut Ferdinan (59), warga Kelurahan Pasir Putih, RT 2/RW 4 yang juga pemilik tambak ikan lele di area pinggiran Sungai Pesanggrahan, tepat di sebelah tempat penampungan sampah Cipayung, banjir yang kerap melanda kawasan tersebut sudah tak terhitung kerugian warga.

Mulai dari rumah warga yang rusak total, aneka usaha warga yang terpaksa tutup permanen, hingga menewaskan salah seorang warga Kelurahan Pasir Putih bernama Usman (50).

“Kalau diceritakan, sudah tak terbayang berapa jumlah kerugian warga akibat banjir musiman ini. Dulu ada warga kami bernama Usman, meninggal karena banjir,” ujar Ferdinan kepada awak media, Sabtu (20/2).

Malapetaka itu kini kembali menimpa Ferdinan. Sebanyak 5 tambak ikan lele miliknya terendam banjir hingga dua meter lebih.

Akibat bencana tersebut, sekitar 650 ekor ikan lele yang siap panen ikut hanyut terbawa banjir. Tak hanya itu, kondisi tambaknya pun mengalami kerusakan lantaran aliran air yang cukup kencang.

“Baru dua hari yang lalu, saya ke sini untuk mengecek ikan lele yang sudah siap dijual. Beratnya sudah sekitar 1,5 kg. Sayangnya banjir kemarin membawa hanyut ikan-ikan yang ada dalam tambak,” ucapnya.

Disinggung terkait penyebab banjir, Ferinan dengan spontan mengarahkan badan ke arah kali Pesanggrahan yang berimpitan dengan gundukan area sampah milik TPA Cipayung.

“Itu tu penyebabnya,” tandas Ferdinan.

Terpisah, Yusuf Bangun (52), warga RT2/RW 4, Kelurahan Pasir Putih mengatakan banjir tahunan ini nyaris tak mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan