oleh

Klaster Santri di Tasik Melonjak, Dewan Minta Pemprov Sigap

BANDUNG – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) M. Sidkon Djampi prihatin dengan terjadinya klaster Covid-19 di Pondok Pesantren (Pontren) Persatuan Islam (Persis) 67 Kota Tasikmalaya.

“Penanganannya masih di gugus Tugas Covid-19 setempat. Pasti bisa ditangani, bisa dibantu,” katanya saat dihubungi via telepon selularnya, Rabu (17/2).

Sidkon yang sebelumnya mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Pansus VII DPRD Jabar (Membahas Perda Pesantren) menjelaskan, perda pesantren tidak spesifik menangani tentang pandemi Covid-19, lebih kepada dukungan pengembangan dakwah, dan pemberdayaan di pesantren.

“Kalau pandemi kan, bisa melalui Satgas, kalau di Jabar itu kan di bawah Sekda Provinsi,” terangnya.

Soal pandemi Covid-19 di Ponpes, politisi PKB dari Dapil 12 (Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon), Pemerintah Kota dan Provinsi harus segera tanggap.

“Harusnya, kalau itu (terjadi klaster pandemi) pemerintah kota/kabupaten setempat harus segera tanggap, tetap itu juga bisa diintervensi oleh Satgas dari Provinsi,” terangnya.

Mengingat sekarang ini masih dalam kondisi pandemi, Sidkon meminta semua pihak tidak terkecuali santri harus selalu menerapkan gaya hidup sehat, menjaga imun.

“Ini kan pandemi, yang penyebarannya sungguh luar biasa. Yang paling penting kan kita sama-sama menjaga imun, agar terhindar dari penyakit,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga