Mulai dari Andreas Christensen, Tammy Abraham, Mason Mount, Callum Hadson-Odoi, Reece James hingga Billy Gilmour. Semua diberikan Tuchel kesempatan tampil. Bahkan sang manajer memberikan kredit tersendiri untuk Hudson-Odoi.
“Termasuk Callum, dia adalah lulusan akademi yang luar biasa. Ketika melatih PSG, saya tertarik untuk mendatangkan, dia memiliki skill yang luar biasa, kemampuannya berlari dan mencetak gol, sungguh luar biasa,” kata Tuchel.
Berbeda dengan Chelsea yang sedang harmonis, justru Newcastle berada dalam kondisi sebaliknya. Manajer Steve Bruce merasa dalam tekanan yang tidak wajar. “Para suporter terlalu berlebihan dalam memberikan respon,” kata pelatih berusia 60 tahun tersebut.
Baca Juga:Gugagatan Pemohon Hasil Pilkada Pangandaran Ditolak MKMitigasi Bencana Jabar Dibidik DPR
“Menghadapi komentar mereka di akun sosial saya seperti sulit bernafas. Mungkin mereka ingin saya segera mati karena serangan Covid-19. Pelecehan yang saya terima sunggu luar biasa,” kata Bruce.
Suporter dari The Magpies memang menyuarakan pemecatan terhadap Bruce. Kondisi ini tidak lepas dari keterpurukan Newcastle di klasemen Premier League. Pasukan Toon Army hanya berada satu tingkat dari zona degradasi.
Menghadapi Chelsea tentu bukan hal yang mudah bagi Newcastle. Belum lagi mereka harus kehilangan dua bek andalan karena cedera. Jamaal Lescelles dan Federico Fernandez, tidak bisa tampil karena masih mengalami cedera.
Pada pertemuan pertama kedua tim musim ini. Chelsea berhasil menang 2-0 di markas Newcastle. Ketika itu gol pertama The Blues terjadi karena bunuh diri Fernandez, sementara gol kedua dicetak oleh Tammy Abraham. (fin/drx)
