oleh

Tidak Hanya Sasha, Inilah Kematian Paling Tragis di Attack On Titan (2)

JAKARTA – Seri Attack on Titan alias Shingeki no Kyojin karangan Hajime Isayama merupakan anime yang paling ditunggu-tunggu kelanjutannya. Saat ini, season 4 atau Final Season sedang berjalan, digarap oleh MAPPA Studio.

Seri ini dianggap bermuatan politik dan mengkritik peperangan. dengan temanya yang berat, genrenya dark dan gore, penggemar tetap menyukainya karena alur ceritanya mirip dengan situasi dunia yang mengalami kesulitan karena peperangan yang terus terjadi.

Baca Juga:  Drama Baru Kim Sae Ron dan Nam Da Reum, "Excellent Shaman Ga Doo Shim"

Dengan cerita seperti ini, kematian pun jadi tak terhindarkan, bahkan sang kreator, Hajime Isayama, terkenal sering mematikan karakter kesayangan penggemar, membuat penggemar jadi penasaran “menunggu” siapa yang selanjutnya tewas. Nah, dari kematian karakter-karakter tersebut, berikut yang kematiannya paling tragis.

 

Marco Bodt

Marco adalah kadet di angkatan 104, seangkatan dengan tokoh utama Shingeki no Kyojin Eren Jaeger. Marco yang juga menempati posisi terbaik ketujuh di angkatannya dianggap memiliki kepemimpinan dan dihormati oleh teman-temannya. Marco tewas dalam salah satu penyerangan titan dan ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

Baca Juga:  Film Horor Baru, "Musyrik", Bertemakan Pesugihan
Marco Bodt

Di episode ke-52 animenya, terungkap kematian Marco tidak sesederhana dimakan titan. Sebelumnya, Marco tak sengaja mendengar percakapan Reiner dan Bertholdt yang membahas peran mereka yang telah merusak dinding sebagai titan. Marco menganggap mereka hanya bercanda dan mengajak mereka untuk kembali menyerang titan, namun Reiner yang khawatir ketahuan, mendorong Marco ke dinding. Saat Annie datang, Reiner menceritakan kejadiannya dan menyuruh Annie untuk melepas peralatan maneuvering gear milik Marco. Annie pun terpaksa melakukannya. Dengan ekspresi menyesal, mereka hanya bisa melihat saat terakhir Marco dimakan titan, mengabaikan permintaan Marco yang mengajak mereka untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga