Hungaria Dipastikan Jadi Anggota EU Pertama yang Terima Vaksin Buatan Rusia

Hungaria Dipastikan Jadi Anggota EU Pertama yang Terima Vaksin Buatan Rusia
Seorang perawat memperlihatkan sebuah kotak dengan vaksin Rusia "Sputnik-V" melawan penyakit virus korona (COVID-19) disiapkan untuk suntikan dalam tahap uji coba pasca-pendaftaran di sebuah klinik di Moskow, Rusia, Kamis (17/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tatyana Makeyeva/aww/cfo.
0 Komentar

Pemerintah Hungaria sempat melontarkan kritik tajam ke Uni Eropa karena terlambat membeli dan mengirim vaksin sehingga mengancam pemulihan ekonomi negara-negara anggota.

Pemerintah Hungaria minggu lalu telah meneken kontrak pembelian vaksin COVID-19 buatan Grup Farmasi Nasional China (Sinopharm).

Hungaria juga akan jadi anggota Uni Eropa pertama yang menerima vaksin COVID-19 buatan China jika vaksin itu mendapat izin pakai dari badan pengawas obat-obatan.

Baca Juga:Santunan Rp1,25 M Untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air Telah DiserahkanVaksinasi Mandiri yang Direncanakan Sejalan dengan Meningkatnya Kepercayaan Masyarakat Tentang Vaksin COVID-19

Di bawah aturan EU, Komisi Eropa dapat mengeluarkan izin pakai vaksin darurat lebih dulu daripada menunggu “lampu hijau” atau rekomendasi dari EMA.

Sumber: (antaranews/Reuters)

0 Komentar