JABAR EKSPRES – Di tengah keluhan masyarakat akibat seringnya pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Singaparna mengeluarkan pemberitahuan pemadaman terencana untuk pelaksanaan pemeliharaan jaringan listrik.
Berdasarkan surat bernomor 0012/DIS.01.02/F02150700/2026 tertanggal 1 Juli 2026 yang ditandatangani Manager ULP Singaparana Very Indra Pratama, PLN menjadwalkan pemadaman listrik pada Kamis, 2 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pemadaman dilakukan dalam rangka pekerjaan pemeliharaan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Wilayah yang terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Sukaraja, yakni Desa Leuwibudah, Margalaksana, Mekarjaya, dan Linggaraja. Sementara di Kecamatan Tanjungjaya, pemadaman akan terjadi di Desa Cilolohan, Cibalanarik, dan Sukasenang (Kampung Bojong).Dalam surat tersebut, PLN juga mengimbau masyarakat agar melakukan persiapan sebelum pemadaman berlangsung serta memperhatikan aspek keselamatan ketenagalistrikan.
Baca Juga:Bangunan Semi Permanen di Sekitar Masjid Agung Tasikmalaya Segera Dibongkar, Ini Rencana PemkabMusim Kemarau Mulai Melanda Tasikmalaya, Sawah Mengering hingga Warga Antre Air di Masjid
Meski pemadaman kali ini telah diumumkan sebelumnya, masyarakat menilai persoalan yang lebih meresahkan justru adalah seringnya listrik padam tanpa pemberitahuan dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu kejadian yang dikeluhkan warga terjadi pada 30 Juni 2026 di beberapa kampung di Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja. Saat itu aliran listrik padam sekitar pukul 10.30 WIB dan baru kembali menyala sekitar pukul 19.00 WIB, atau hampir sembilan jam, tanpa adanya informasi resmi sebelumnya kepada pelanggan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Pelaku usaha bordir rumahan mengaku sering mengalami penurunan produktivitas karena mesin jahit dan peralatan produksi tidak dapat dioperasikan saat listrik padam. Akibatnya, pekerjaan terpaksa dihentikan dan target penyelesaian pesanan menjadi tertunda.
“Kalau listrik mati mendadak dan lama, otomatis pekerjaan berhenti. Kami dipaksa libur, padahal pesanan harus selesai tepat waktu,” keluh Apip, salah seorang pelaku usaha bordir.
Keluhan serupa juga disampaikan para ibu rumah tangga. Pemadaman listrik yang terjadi tanpa kepastian waktu membuat berbagai pekerjaan rumah ikut terhambat, mulai dari mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, menyetrika, memasak nasi dengan rice cooker, hingga aktivitas lainnya yang bergantung pada listrik.
