oleh

Sekolah Tatap Muka Menuai Polemik

BANDUNG – Rencana tatap muka dalam kegiatan di sekolah masih menyisakan persoalan. Hal itu lantaran kekhawatiran akan menimbulkan kasus baru. Namun disisi lain, kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah dirasakan menjenuhkan bagi kalangan siswa.

Pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021 yang dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menuai polemik. Dari 4.996 sekolah SMA, SMK dan SLB negeri hingga swasta yang siap melakukan pembelajaran tatap muka hanya 1.743 sekolah. Sisanya melanjutkan daring. Hal itu diungkapkan Kadisdik Jabar, Dedi Supandi.

“Jadi kalau kita hitung dari jumlah total tadi, berarti sekitar 34,89 persen sekolah di Jabar sudah siap melakukan tatap muka, sisanya daring atau PJJ,” kata Dedi di Bandung, Selasa (5/1).

Dedi menyebutkan, dari jumlah 34,89 persen yang siap pembelajaran tatap muka. Terdapat 12,13 persen SMA, 21,32 persen dari SMK, dan 1,44 persen dari SLB. Menurutnya, data tersebut didapat dari sistem yang disediakan Disdik Jabar.

Guna menindaklanjuti kesiapan sekolah. Disdik Jabar telah menyiapkan dua pilihan untuk kegiatan belajar di tahun 2021 ini. Antara tatap muka secara parsial dan melanjutkan PJJ. Artinya, jika terjadi tatap muka pihak sekolah di kota dan kabupaten pun telah menyiapkan sarana dan prasarannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga