Tidak ada batasan yang ideal sekitar berapa besaran pengeluaran seseorang atau sebuah keluarga. Namun setidaknya, seorang yang sudah berumah tangga memiliki dana darurat, dengan besaran paling tidak setara enam hingga sembilan kali pengeluaran bulanan untuk berjaga-jaga.
Dana darurat ini berbeda dengan tabungan. Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah uang yang hanya boleh dicairkan dan dipergunakan pada kondisi darurat, seperti kebutuhan uang untuk perawatan sakit, maupun untuk menopang kebutuhan hidup saat kehilangan pekerjaan.
Ketika dana darurat terpakai, maka lakukan perhitungan kembali terhadap jumlah dana tersebut. Jika memang besaran itu dinilai kurang, maka manfaatkan dana BST untuk menambah kekurangan dana darurat.
Baca Juga:Genk Motor Kembali Berulah, Warga Tasikmalaya Jadi KorbanGara-gara Kepepet Hutang, Dua Bersaudara di Rancaekek Rampok Minimarket
Akan tetapi jika selama pandemi ini dana darurat yang disimpan masih utuh dan tidak terpakai, tidak ada utang, dan penghasilan tidak berkurang, maka manfaatkan saja untuk menambah nilai tabungan Anda. Jumlah tabungan (kas atau setara kas yang ideal) berkisar antara 15 hingga 20% dari kekayaan bersih.
Melindungi keluarga
Agar dana tabungan tidak habis terpakai karena anggota keluarga jatuh sakit, maka sangat disarankan bagi seseorang untuk memiliki jaminan kesehatan.
Berinvestasi untuk tujuan jangka panjang
Apakah mungkin berinvestasi dengan uang Rp 300 ribu? Jawabannya adalah sangat mungkin.
Investasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi. Lantas, aset sendiri digolongkan menjadi dua macam yaitu aset riil dan aset keuangan.
Dengan dana Rp 300 ribu, seseorang dapat membeli aset riil berupa logam mulia (emas) lewat aplikasi. Atau mereka juga bisa membeli aset keuangan berupa reksa dana dan saham.
Namun sebelum berinvestasi, kenalilah dengan baik tujuan-tujuan investasi Anda. Jangan berinvestasi ketika utang masih menumpuk dan sulit dilunasi, atau ketika Anda belum memiliki dana darurat atau tabungan yang ideal.
Tidak menggunakan dana BST untuk yang “bukan kebutuhan pokok atau kewajiban”
Baca Juga:Kendaraan Dinas Gubernur Pake Mobil Listrik Keluaran Hyundai, Klaimnya Lebih Efisien Biaya Operasional?Pengrajin Tahu Mogok Masal, Harga Kedelai Impor Terus Melambung
Pemerintah sudah mewanti-wanti agar tidak menggunakan dana tersebut untuk membeli rokok. Oleh karena itu, manfaatkanlah dana tersebut dengan amat sangat bijak, yaitu dengan mengalokasikan ke pos-pos pengeluaran yang bersifat kebutuhan.
