“Salah satu bencana yang ditimbulkan manusia ialah sosial. Maka tujuan wawasan kebangsaan ini untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat Indonesia,” katanya.
“Mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan. Kebayang kan kalau kita tidak bersatu, terpecah belah,” imbuhnya.
Tak hanya itu, tugas dari perserta Sadesha pun untuk memepersatukan gejolak-gejolak dimasyarakat nanti. Sebab, nanti bakal berbenturan langsung dimasyarakat.
Baca Juga:Polresta Bandung Ungkap Tersangka Kasus Pembunuhan Keji Kusir DelmanKNPI Bakal Gelar Musda Tanpa Debat Kandidat dan Pendukung
“Sangat penting, apalagi untuk Sadesha. Kedudukan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan untuk menata dan mengatur kehidupan bermasyarakat bangsa dan negara guna saling menghormati,” tegasnya.
Dijelaskannya, diklat ini merupakan bekal untuk para hafidz yang akan terjun langsung kelapangan. Yang pada dasarnya bakal menghadapi tantangan yang beragam.
Wawasan sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kesatuan negara di setiap desa. Sebab, para hafidz akan menjadi ketangan panjangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
“Wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk para hafidz. Pembekalan sangat diperluakan dalam rangka meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (adv/mg1/tur)
