1.154 Warga Penerima PKH Kena Graduasi

CIMAHI – Sebanyak 1.154 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Cimahi mengalami graduasi atau keluar dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020. Artinya, ribuan KPM tersebut tidak akan menerima bantuan PKH tahun 2021.

Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluargan Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimah, Fitriani Manan menjelaskan, ribuan KPM tersebut ada yang masuk graduasi secara mandiri maupun secara alamiah.

”Jadi ada 1.154 KPM yang graduasi tahun ini dari program PKH. Itu jumlah total,” terang Fitriani saat dihubungi, Minggu (20/12).

Dia menjelaskan, graduasi secara mandiri adalah KPM yang secara sukarela mengundukran diri dari program PKH. Biasanya dikarenakan taraf perekonomiannya sudah mengalami peningkatan.

Kemudian graduasi secara alamiah, dimana komponen bantuan penerimanya sudah tidak ada. Fitriani mencontohkan, awalnya dia punya balita tapi kini sudah melewati usia balita. Kemudian sudah tidak memiliki anak yang sekolah.

Selain itu, ada penyebab lain yang membuat KPM PKH terkena graduasi. Yakni menerima bantuan PKH maksimal enam tahun. Hal itu sesuai edaran dari Kementerian Sosial (Kemensos).

”Memang edaran dari Kemensos enam tahun maksimal. Kalau udah ketahuan enam tahun juga jadi graduasikan,” jelas Fitriani.

Dikatakannya, ribuan KPM yang graduasi dari PKH itu akan digantikan KPM lainnya yang diusulkan ke Kemensos. KPM yang diusulkan tentunya yang sesuai persyaratan baik dari sisi ekonomi maupun komponennya.

”Kita mengajukan lagi, jadi hanya berganti otang karena masih ada yang membutuhkan bantuan tersebut,” ujarnya.

Fitriani melanjutkan, pihaknya selalu memberikan motivasi kepada para KPM agar tidak bergantung kepada bantuan PKH. Salah satunya dengan memberikan pelatihan berwirausaha agar mereka mampu meningkatkan taraf ekoniminya.

Selain itu, dirinya juga meminta para Pendamping PKH agar selalui memberikan motivasi hal serupa.

”Pendamping PKH harusa memotivasi PKH supaya bisa kelaur dari garis kemsikinan karena banyak yang masih ngantre,” tandasnya.(mg3/ziz)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan