2021,Ekonomi Diprediksi Melesat

2021,Ekonomi Diprediksi Melesat
SAAT PANEN: Seorang petani saat memetik biji kopi. Kini bisnistersebut kembali menggeliat pasca terhenti karena korona. (ILUSTRASI)
0 Komentar

“Menurut catatan Bank Indoensia, pertumbuhan ekonomi digital di Jabar ter­masuk penggunaannya me­ningkat positif di atas 40 persen. Jadi ekonomi paling tinggi selama Covid-19 ada­lah ekonomi digital, berikut­nya pangan dan lain-lain,” katanya.

Emil menyebutkan, digi­talisasi bukanlah suatu pi­lihan melainkan keharusan dan menjadi kebutuhan terlebih disaat pandemi Co­vid-19. Dulu, migrasi ke di­gital harus ada motivasi terlebih dulu. Tapi saat ini oleh Covid-19 digital men­jadi sebuah paksaan.

“Mereka yang tidak mau dipaksa migrasi ke digital pasti akan jadi kelompok yang kalah. Inilah yang akhir­nya selama satu tahun ter­jadi lompatan pertumbuhan ekonomi digital di Jabar,” sebutnya.

Baca Juga:Lestarikan Pencak Silat Melalui KurikulumAnggaran Vaksin Misterius, Dewan Minta Pemprov Jamin Biaya Secara Gratis

Meningkatnya pertumbu­han ekonomi di Jabar juga tak lepas dari upaya Pemda Provinsi Jabar mendukung pengembangan ekonomi digital. Menurutnya, trans­formasi digital terbagi dua yakni penggunaan di ruang privat dan publik. “Untuk publik kita melihat digital ini datang sebagai solusi yang praktikal, contohnya e-com­merce,” sebutnya.

Ia mengaku, selama ini Jabar telah melakukan upaya pelayanan publik melalui digital dengan konsep kola­borasi pentaheliks. Salah satunya menerapkan biro­krasi 3.0 atau birokrasi dina­mis di mana siapapun yang mencintai Jabar dapat terli­bat sebagai organ pembangu­nan.

“Maka saya mendirikan unit kerja digital untuk melayani masyarakat diantaranya Ja­bar Digital Service. Saya merekrut anak muda untuk membuat aplikasi-aplikasi untuk menyelesaikan per­soalan di Jabar,” tandasnya. (mg1/drx)

0 Komentar