oleh

UMK Cianjur 2021 Tak Naik, ABCM Ancam Aksi Besar-besaran

“Seluruh pimpinan serikat pekerja sekabupaten Cianjur sepakat untuk menggugat melakukan perlawanan dan menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa yang akan di­laksanakan pada tanggal 25, 26 dan 27 November, dengan masa aksi kurang lebih 17.000 orang dengan lokasi aksi di pendopo,” paparnya.

Sementara itu Asep Malik, yang juga mewakili Aliansi Buruh Cianjur mengatakan, batalnya UMK naik diduga karena adanya surat siluman susulan yang menyatakan bahwa Cianjur nol persen kenaikan.

“Rekomendasi pertama ke­naikan 8 persen lalu muncul rekomendasi kedua nol pers­en, saat itu kami mendesak agar Pemkab mencabutnya, lalu keluar rekomendasi ketiga kenaikan 8 persen, tiba-tiba pada tanggal 20 muncul rekomendasi keem­pat sampai dewan pengupa­han provinsi tak tahu itu surat dari mana yang menyatakan kenaikan Cianjur nol persen,” ujar Asep Malik, melalui sam­bungan telefon.

Asep mengatakan, pihakn­ya baru saja selesai rapat di Bandung dan bulat buruh merekomendasikan aksi di Cianjur dan Bandung.

“Satu poinnya kami mem­pertanyakan surat siluman yang masuk ke gubernur,” katanya.

Asep mengatakan, buruh akan melawan secara masif terkait tidak naiknya UMK Cianjur.

“Sebelumnya kami sudah sepakat sudah dipublish juga bahkan saya yang mengantar langsung ke provinsi surat rekomendasi kenaikan 8 persen sebelum penetapan muncul,” ujar Asep. Sep­erti diketahui UMK Cianjur saat ini berada di angka Rp 2.534.798,99.(yis/sri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga