TAKOKAK – Akses jembatan penghubung antara Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak dengan Desa Sukalaharja Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur terputus akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut. Akibatnya, akses warga saat ini lumpuh dan harus mencari jalan alternatif.
Kaur Perencanaan Bidang Pembangunan, Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Imat Iskandar mengatakan, jembatan tersebut terputus akibat meluapnya sungai di wilayahnya.
“Awalnya kan hujan dari pukul 12.00 Wib hingga sore mengakibatkan air sungai meluap. Terus karena debit air yang tinggi, jembatannya terbawa hingga putus. Panjang jembatannya 50 meter,” kata dia kepada Cianjur Ekspres Grup Jabar Ekspres, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, kemarin (22/11).
Baca Juga:Cimahi Belum Pasti Gelar KBM Tatap Muka di JanuariBPMU 2021 Jadi Rp 700 Ribu Per Siswa
Ia menuturkan, jembatan tersebut adalah akses jembatan penghubung yang di pakai warga dari Desa Waringinsari ke Desa Sukalaharja. Namun, karena jembatannya terputus, warga akses warga pun lumpuh.
“Sekarang gak bisa dilewati, dan warga pun harus mencari jalan alternatif lain yang jaraknya lumayan jauh, sekitar 5 kilometer lah,” katanya.
Ia mengungkapkan, selain jembatan, saluran irigasi di Desa Waringinsari yang mengaliri tiga kampung di desa tersebut pun juga longsor. “Itu saluran irigasi milik warga yang ke Kampung Buniwangi, Kampung Bobojong, dan Lewi Sarah,” ujarnya.
Sementara, bencana alam sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Kadupandak pada Sabtu (21/11).
Kepala Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran, Jenal mengatakan, sebelumnya memang telah terjadi bencana longsor dan juga banjir yang melanda di wilayahnya itu, bahkan menurutnya ada satu warga Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran yang tertimbun longsoran pada saat hujan turun pada Jumat (20/11).
“Ia memang ada satu warga Desa Sindangkerta yang meninggal karena tertimbun longsor,” kata Jenal, kemarin (22/11).
Jenal mengatakan, tak hanya longsor banjir bandangpun sempat terjadi dan menutupi beberapa lahan persawahan milik warga.
Baca Juga:Pilkada Karawang 2020: Durasi Debat 90 MenitKPK Telusuri Pihak Lain Perkara Djoko Tjandra
“Waktu itu, hujan tidak begitu ekstrim akan tetapi cukup lumayan lama sehingga luapan air hujan pun meningkat dan terjadinya banjir bandang dan longsor bahkan menimbulkan satu orang yang tertimbun longsoran,” paparnya.
Yang terbaru lanjut Jenal, pada Sabtu (21/11) kembali terjadi longsoran di Jalan Kabupaten yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Pagelaran diantaranya Desa Gelaranyar dan Desa Mekarsari.
