oleh

BPUM Warga Dipungli, Bupati Garut  Minta Polisi Lakukan Pengusutan

GARUT– Sejumlah warga di Garut yang mendapat dana Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM) mengaku menjadi korban pungutan liar sejumlah oknum. Mereka yang melakukan pungutan liar mengaku dari pihak LSM, desa, hingga dinas terkait.

Nugraha (27), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut mengaku bahwa dana BPUM sebesar Rp 2,4 juta dipungut sebesar Rp 900 ribu oleh salah seorang yang mengaku dari Dinas Koperasi dan UMKM Garut bernama Sodik dan Eva. Ia tidak mengetahui apakah Sodik dan Eva pegawai dinas atau bukan.

”Dia ngakunya begitu. Tapi kata dia, uang Rp 900 ribu itu bukan hanya untuk dinas saja, ada untuk RT, RW, dan Desa juga. Jadi Rp 200 ribu untuk RT dan RW, yang Rp 700 ribu untuk desa dan dinas. Jadi yang diterima sama saya cuma Rp 1,5 juta saha,” ujarnya, Rabu (4/11).

Ia menyebut bahwa pungutan liar itu tidak hanya dialaminya saja. Sejumlah warga yang juga mendapatkan dana BPUM pun mengalami hal serupa dengan jumlah pungutan yang sama juga.

Sepengetahuannya, di wilayahnya saja ada 30 orang yang mendapatkan dana BPUM. ”Kalau diakumulasikan, dari sini saja hasil pungutan liarnya mencapai Rp 27 juta,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga