Realisasi Pencegahan Banjir Pantura, Warga Tagih Janji Gubernur dan Bupati

Realisasi Pencegahan Banjir Pantura, Warga Tagih Janji Gubernur dan Bupati
DIPERTANYAKAN: Potret Banjir di Pamanukan yang terjadi pada Februari 2020 lalu. Gubernur Jabar dan Bupati Subang berjanji akan menanggulangi pen­anganan banjir Pantura Subang. (YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES)
0 Komentar

SUBANG-Lembaga Swa­daya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Ling­kungan (Mapeling) mem­pertanyakan janji dan komitmen Bupati Subang serta Gubernur Jawa Barat, soal upaya penanganan banjir di wilayah Pantura. Hal ini seiring, dengan mu­lainya masuknya musim penghujan.

“Jangan karena alasan Covid-19, hal yang sangat penting seperti penang­gulangan banjir sangat penting. Apalagi dulu disampaikan disini di Pa­manukan saat meninjau banjir, cara penanganan nya seperti apa,” kata H Hermansyah yang kini aktif di LSM Mapeling

Menurutnya, ada titik tanggul Cipunagara yang butuh penanganan seperti di Sukamanah, Pusakajaya, Pamanukan serta wilayah Legonkulon.

Baca Juga:Masih Ada e-Warong Abal-abalLaga Epik Tanpa Coutinho

“Ada tanggul yang sudah kritis, ada yang rembes, ada yang memang raw­an. Nah, waktu itukan RK akan menggandeng BBWS yang memang memiliki kewenangan disitu, tapi sampai sekarang mana realisasinya,” jelas Her­mansyah.

Tidak hanya di Pantura sebelah timur, daerah Pan­tura barat untuk wilayah Ciasem dan Blanakan juga sangat rawan dengan ban­jir. “Sungai Ciasem dan Cilamaya juga ada banyak yang harus dinormalisasi dan tanggul-tanggul yang butuh penanganan,” ung­kapnya.

Untuk itu, Pemda Subang diminta untuk melaku­kan upaya antisipasi serta berkomunikasi dengan Pemprov Jawa Barat dan BBWS Citarum dalam up­aya penanganan banjir di Pantura Subang. “Sebab itu disampaikan langsung oleh Gubernur, dan setelah itu baru ada penanganan tanggul darurat saja, un­tuk lainnya belum ada,” bebernya.

“Jangan sampai yang da­tang Indomie lagi, jangan nunggu terjadi, ada antisi­pasi dulu,” tuturnya.

Hermansyah tak ingin, beberapa kejadian yang sempat menimpa Garut, Bekasi, Jakarta dan di Bandung serta Cimahi ter­jadi kembali di Subang.(ygi/vry)

0 Komentar