Konfirmasi Covid-19 di Kota Sukabumi Tembus 400 Kasus

Konfirmasi Covid-19 di Kota Sukabumi Tembus 400 Kasus
Wahyu Handriana, Jubir STPP Covid-19 Kota Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI – Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tembus 400 orang lebih sesuai data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat pada Sabtu (24/10).

“Pada Sabtu ini kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bertambah 15 orang, sehingga total warga yang terkonfirmasi sejak dite­mukan kasus pertama sampai sekarang mencapai 411 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COV­ID-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana di Sukabumi dikutip dari Antara, Sabtu.

Terus meningkatnya angka kasus penye­baran COVID-19 ini tentu harus menjadi perhatian semua pihak, bahkan banyak warga yang tidak sadar bahwa dirinya su­dah tertular virus yang bisa menyebabkan kematian ini, karena tidak mengalami gejala.

Baca Juga:Gakumdu Dalami Dua Kasus di Leles dan AgrabintaSudah 215 Kasus Positif, Pemkab Cianjur Akan Buka Ruang Isolasi Baru

dirinya terinfeksi virus sete­lah menjalani pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) usap (swab) maupun tes cepat (rapid test) reaktif.

Tidak hanya itu, masih min­imnya kesadaran masyarakat di kota ini untuk menerap­kan protokol kesehatan dan kurang mengindahkan im­bauan dari pemerintah terkait upaya pencegahan COVID-19 juga menjadi penyebab angka kasus penyebaran Virus Co­rona terus bertambah.

Maka dari itu, untuk me­nekan penyebarannya Pem­kot Sukabumi melakukan pemeriksaan PCR usap (swab) secara masif ke se­jumlah pihak, khususnya kelompok yang rawan dan berisiko tinggi tertular COV­ID-19.

“Pencegahan COVID-19 ada di tangan masing-masing individu seperti tidak men­ganggap sepele dan menera­pkan protokol kesehatan mu­lai dari menggunakan masker saat beraktivitas di luar ru­mah, menjauhi kerumunan dan selalu menjaga kebersi­han khususnya tangan den­gan mencuci menggunakan sabun,” ujarnya.

Adapun data penyebaran COVID-19 hingga Sabtu, total yang terkonfirmasi positif sebanyak 411 orang, 318 orang diantaranya sembuh, 88 pasien masih menjalani isolasi mandiri maupun di rumah sakit dan lima lainnya meninggal dunia. (ant)

0 Komentar