oleh

Usut Tuntas Penjual Tanah Negara, Polisi Selidiki Dokumen Palsu oleh Eks Kades

BANDUNG BARAT– Polres Cimahi tengah mengusut dugaan penjualan tanah carik seluas 15 hektare yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan ke pihak perseorangan.

Untuk diketahui, tanah carik atau tanah desa yang dijual itu merupakan lahan garapan warga setempat dari beberapa RW. Total ada sebanyak 47 penggarap yang menggarap lahan terbagi dalam beberapa blok, antara lain blok Jaliyam, blok Pasir Kawah, blok Gunung Batu, dan blok Cigoong.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Kota Bandung Awasi Pengunjung Kebun Binatang

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra, mengatakan pihaknya sudah memproses kasus dugaan penjualan tanah carik dan tanah negara di Desa Cikalong.

“Untuk kasus tanah carik di Cikalong naik penyidikan. Kami sudah periksa 100 orang, di antaranya 47 orang penggarap. Jadi ada tanah negara dan kas desa atau tanah carik.

Dari dua kategori itu, berbentuk sertifikat atas nama perorangan,” kata Herman, Selasa (29/9).

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Tiadakan Halal Bihalal di Idul Fitri 2021

Tanah carik tersebut dijual ke perseorangan atas nama Hendra, yang diketahui bukan merupakan warga Cikalong. Selain itu, penjual juga melakukan pembuatan dokumen palsu yang menyebutkan 27 penggarap memohon pembuatan sertifikat tanah carik yang nantinya akan dimiliki pembeli.

Kepala Desa Cikalong yang saat ini menjabat, Agun Gumelar mengatakan sebagian tanah cari yang sudah disertifikatkan sudah dibatalkan dan statusnya kembali menjadi tanah carik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga