Selain kedua RDTR tersebut, DPUTR juga tengah mempersiapkan RDTR Soreang Terpadu yang mencakup Soreang-Katapang, Kutawaringin dan Margahayu-Margaasih. Namun saat ini, pihaknya lebih memprioritaskan Bojongsoang dan Tegalluar.
”Pertama, karena itu adalah program pusat. Kedua, tingkat industrialisasi di kedua wilayah itu sangat tinggi. Di Bojongsoang ada perumahan dan mal, kemudian di Tegalluar itu ada Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), ada depo dan TOD (Transit Oriented Development) nya,” akunya.
Kedua wilayah tersebut diproyeksikan menjadi kota di Kabupaten Bandung. Pergerakan manusia di sana, tuturnya, akan sangat cepat. Dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Tegalluar, hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan KCJB. ”Persoalannya, dari Tegalluar ini yang akan lama. Bisa berjam-jam karena penumpukan orang dan kendaraan keluar dari stasiun. Karena itulah kita siapkan RDTR ini,” pungkasnya. (rls/rus).
