Petani Paprika di KBB Keluhkan Harga Jual dan Permintaan Anjlok

Petani Paprika di KBB Keluhkan Harga Jual dan Permintaan Anjlok
0 Komentar

CISARUA – Petani paprika di Kampung Barunyatu Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merugi lantaran harga jualnya turun dalam beberapa waktu belakangan.

Menurut Wisnu Saepudin, salah satu petani paprika, harga jual cabai tersebut turun hingga harga Rp 5 ribu perkilogram dari biasanya dijual seharga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu perkilogram.

“Kami sekarang sedang rugi karena harga jual anjlok. Kemarin harga paprika itu sampai Rp 5 ribu perkilogramnya,” kata Wisnu, Selasa (22/9).

Baca Juga:777 Warga KBB Suspek Covid-19 dan 228 Positif Covid-19Hujan Deras, Jalan Perbatasan KBB-Cimahi Disergap Banjir

Belakangan para petani paprika bangkit dan merasakan kembali penjualan dengan harga normal sebulan terakhir. Namun belakangan permintaan pasar menurun dan jauh dari pesanan biasanya.

Selama pandemi Covid-19, permintaan pasar merosot tajam dari 1 ton perhari menjadi hanya 5 kuintal perhari. Hal itu membuat petani paprika tidak mendapat untung sebab laba bersih tidak mampu menutupi kebutuhan modal saat penanaman.

“Kalau diumpamakan, modal kami untuk menanam Rp 20 juta. Tapi hasil penjualan, hanya Rp 10 juta. Ya karena harga menurun dan pesanan merosot tajam juga,” katanya.

Belakangan para petani menyiasatinya dengan merotasi pola tanam. Ia mencontohkan tidak semua kebun ditanami dengan satu jenis paprika. Demikian juga waktu tanam diatur agar tidak panen secara serentak.

Untuk waktu panen, paprika berwarna hijau terhitung lebih cepat. Yakni, dua bulan. Sedangkan untuk merah dan kuning, bisa sampai tiga bulan. Sistem itu memudahkan petani saat memanen. Bahkan dapat dikatakan bahwa petani bisa panen tiap hari.

Wisnu menambahkan, turunnya permintaan lantaran komoditas sayuran jenis Paprika di Indonesia lebih banyak diminati untuk kebutuhan hotel, restoran serta pesta pernikahan yang kini disetop PSBB.

“Kalau Paprika kan mengandalkan hajatan, restoran, dan hotel, semua itu tidak berjalan selama PSBB. Otomatis permintaan pasar menurun drastis,” katanya.

Baca Juga:Hari jadi Kota Bandung Akan Digelar Secara SederhanaKemacetan di Kota Bandung Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Padahal setahun terakhir, paprika dari Barunyatu sudah mampu menembus pasar-pasar modern. Selain itu, paprika Barunyatu juga telah dikirim ke Pasar Kramatjati, Caringin, Cibitung, dan Bogor. (mg6/yan)

0 Komentar