oleh

Setiap Orangtua Kena Pungutan Liar Rp 4 Juta

KARAWANG – Satgas Saber Pungli Jawa Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di SMAN 1 Cikampek, Karawang. OTT dilakukan karena dugaan pungutan uang bangunan sebesar Rp 4 juta.

OTT dilakukan tim Saber Pungli Jabar pada Kamis (10/9) kemarin. Informasi dihimpun, tim mengamankan barang bukti senilai lebih dari Rp 100 juta.

“Kejadian di SMAN 1 Cikampek ini berawal dari adanya laporan masyarakat ke Saber Pungli. Intinya mereka diundang rapat oleh kepala sekolah, setelah itu dipaksa untuk bayar Rp 4 juta per orang. Katanya untuk pembangunan,” ujar Anggota Kelompok Ahli Pendidikan Satgas Saber Pungli Jabar Irianto, Jumat (11/9) dilansir detikcom.

Baca Juga:  Tanggapan Sule Soal Tuduhan Pakai Ilmu Hitam

Irianto mengatakan perbuatan yang dilakukan oleh sekolah SMAN 1 Cikampek ini menyalahi aturan berdasarkan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah. Menurutnya, uang pembangunan tak dilarang asalkan tak dipatok biayanya.

“Ada ketentuan, yang boleh sumbangan bukan dipatok. Sumbangan besaran tidak harus sama, waktu tidak boleh ditentukan dan tidak ada ikatan, itu baru sumbangan. Ini terjadi kekeliruan dipatok Rp 4 juta, harus dibayar enam kali, enam bulan,” turut Irianto.

Baca Juga:  Bandung Alumni Fight Covid-19 Akan Fasilitasi Penyuntikan Vaksin Bagi Lansia di Jawa Barat

 

Selain itu, Irianto mengatakan kekeliruan juga terjadi di mana orang tua diundang rapat oleh kepala sekolah. Padahal berdasarkan aturan, urusan sumbangan ini diurus oleh komite sekolah yang terdiri dari para orang tua murid.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga