SOREANG – Polda Jabar memalui Polres Garut saat masih mendalami keberadaan sekelompok masyarakat bernama Kandang Wesi Tunggul Rahayu yang berada di Kab. Garut.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengungkapkan, kelompok masyarakat itu telah berani merubah bentuk burung garuda yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, mereka memiliki uang yang dicetak sendiri.
Untuk kasus sendiri, statusnya sudah naik penyidikan dan ditangani oleh Polres Garut. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga:Setiap Paslon Berkomitmen Pilkada Kab. Bandung Harus Berjalan Aman, Sukses, SehatTank TNI AD Hilang Kendali, Tabrak Motor yang Terparkir dan Gerobak Gorengan di Jalan Raya Cipatat
“Mereka, sudah naik statusnya ke penyidikan ya,” ujar Erdi saat di wawancara usai deklarasi nasional, di Gedung Sabilulungan Kabupaten Bandung, Kamis (10/9).
Pihak penyidik Sat Reskrim Polres Garut, sejauh ini sudah mengamankan barang bukti dari kelompok Tunggul Rahayu tersebut.
’’Ada barang bukti berupa dokumen ormas, serta uang pendaftaran anggota ini jadi bukti kami,” ucapnya.
Edi menduga, kasus yang sedang didalami itu lebih kepada penipuan.
’’Nanti akan ketahuan arahnya kemana setelah ada tersangka yang ditetapkan. Sejauh ini baru kesana sesuai dengan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan,’’kata dia.
“Pihaknya memastikan kelompok Tunggul Rahayu, akan dijerat dengan Pasal 378 dan 379 a,” ujarnya.
Sebelumnya jagad media sosial dihebohkan dengan munculnya sekolompok masyarakat yang mengatasnamakan Tunggal Rahayu Kandang Wesi yang berasal dari Kecamatan Caringin Kabupaten Garut.
Berdasarkan Informasi, kelompok ini mengklaim mendapatkan mandate untuk mengelola tatanan dunia yang berpusat di Indonesia. Bahkan berdasarkan pengakuan anggota kelompok ini pihaknya memiliki harta kekayaan peninggalan raja-raja di Indonesia. Namun sudah diamankan oleh presiden Soekarno. Di Bank Swis.
Baca Juga:Bupati KBB Aa Umbara Kembali Berlakukan WFH 14 Hari untuk ASNSerapan Anggaran Rendah di Masa Covid-19 Banyak Program Pemprov Jabar Tidak Maksimal
Kelompok Tunggal Rahayu ini sempat menjadi sorotan pemerintah daerah setempat ketika beberpa pengurusnya akan mengurus izin pendirian organisasi ke Kesbangpol Garut.
Akan tetapi karena kegiatan organisasi terlihat janggal, Namun secara struktur organisasi kelompok ini mirip dengan ‘Sunda Empire’. Kesbangpol kemudian mengajukan beberapa syarat dan pertanyaan. Namun, tidak bisa dibuktikan atau dijawab secara otentik.
Dikabarkan bahwa kelompok ini sudah memiliki anggota berjumlah ribuan yang tersebar di pelosok desa-desa di Jawa Barat. Melalui media sosial facebook kelompok ini juga mengembangkan pengaruhnya. (yul/yan)
