Kondisi Pandemi Covid-19, Atlet PON Jabar Performanya Terus Membaik

Kendati begitu, Yunyun sebetulnya menginginkan semua cabor bisa sentralisai. Namun, jika itu dilakukan akan ada reseko penularan Covid-19.

Selain itu, biaya sentralisasi itu sangat besar. Dan kondisinya anggaran untuk program pemusatan latihan 60 persen mengalami recofusing untuk penanganan Covid-19. Bahkan untuk dana uang saku atlet saat ini mengalami kekurangan sebesar Rp 600 juta.

’’Nah ini menjadi pemikiran kami untuk mencari solusi agar atlet tetap dibina,” ucap dia.

Meski begitu, KONI Jabar akan berusaha maksimal agar kekuarangan bisa ditutupi dan tidak menjadi kendala bagi para atlet.

’’Kenapa saya bicara biaya, di dunia manapun biacar soal prestasi itu erat kaitannya dengan ongkos,”katanya.

Yunyun menambahkan, dalam program latihan para atlet dan pelatih harus menerapkan protokol kesehatan. Bahkan rencananya KONI Jabar akan umelakukan swab test kepada atlet dan pelatih.

’’KONI akan bekoordinasi dengan gugus tugas. Ada kekhawatiran di sini, karena peningkatan covid sekarang fluktuatif luar biasa, dan tanpa gejala,” tandas Yunyun. (rls/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *