BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjadi pembicara utama dalam “Webinar Nasional Optimalisasi Peran Puskesos Sebagai Layanan Rujukan Satu Pintu Kesejahteraan Sosial” melalui videoconference dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (3/9).
Dalam web seminar (webinar) tersebut, Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) mengusulkan agar seluruh kabupaten/kota di Jabar memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Terpadu sebagai solusi permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
Menurutnya, urgensi Puskesos Terpadu lahir karena pelayanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mulai dari gelandangan, pengemis, anak jalanan, hingga tunasusila kerap tidak dilakukan secara terpadu atau satu pintu.
Baca Juga:Kembangkan Wisata Religi, Pemprov Jabar Bangun Islamic ParkPengusaha Kuliner Sambut Baik Relaksasi Ekonomi
”Situasi-situasi seperti itu (tidak terpadu) menyebabkan performa mengendalikan ekses sosial ini akhirnya jadi tidak komprehensif,” katanya.
Dia menambahkan, Puskesos Terpadu ini akan dijadikan standar di Jabar untuk melokalisir semua permasalahan sosial dalam satu tempat dengan output menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan keahlian tertentu.
”Dengan adanya Puskesos Terpadu itu, semua (PPKS) ada tempatnya sehingga output-nya adalah mereka secepat-cepatnya keluar (dari Puskesos) dan memiliki skill yang bisa disalurkan secara bertanggung jawab,” ucap dia.
Dia pun berharap, konsep Puskesos Terpadu ini bisa diterapkan hingga level pemerintahan terkecil yaitu desa/kelurahan.
”Kami akan memberikan dukungan jika ada kota/kabupaten yang bisa mengakselerasi Puskesos Terpadu ini,” katanya.
Dia menyarankan agar Puskesos bisa secara mandiri mencari sumber dana, salah satunya dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR).
”Dalam melaksanakan penganggaran Puskesos itu jangan selalu berpikir (dari) dana pemerintah saja. Kalau saya hitung, dana CSR di Indonesia itu lebih dari 17 triliun rupiah,” terangnya.
Baca Juga:DLH Jabar Pelototi Enam PerusahaanKPK Jadwalkan Periksa Oded Hari Ini
”Jadi bapak/ibu di Puskesos ini harus jago dan pintar membuat proposal yang meyakinkan, sehingga sumber bantuan dari dana non-pemerintah (salah satunya CSR) ini bisa turun,” tuturnya.(rls/ziz)
