Literasi Digital Respon atas Revolusi Industri

Literasi Digital Respon atas Revolusi Industri
Dadang A. Sapardan, Kabid Pend. SMP Disdik Kab. Bandung Barat
0 Komentar

Salah satu dari keenam kompetensi literasi tersebut adalah literasi digital. Literasi ini merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Kebijakan tersebut didorong untuk dapat diimplementasikan oleh sekolah karena masuknya kehidupan pada era revolusi industri 4.0. Dengan demikian, ranah pendidikan—mau tidak mau dan siap tidak siap—harus merespons dengan kebijakan yang abai akan fenomena era kehidupan ini. Sebagai salah satu domain kehidupan yang harus menyiapkan generasi penerus pada masa depan, pendidikan harus berada pada garis terdepan dan menjadi ujung tombaknya. Pendidikan harus merespon secara proaktif akan fenomena yang terjadi, termasuk menyikapi perubahan pada era kehidupan ini.

Literasi Digital dalam Konteks Persekolahan

Seiring dengan perjalanan waktu, pranata dan pola kehidupan masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan dalam kehidupan merupakan fenomena yang tidak dapat disangkal dan dihindari, tetapi harus direspons dengan penyikapan bijak dari seluruh masyarakat. Penyikapan yang dimaksud di antaranya dengan mengikuti dan merespons setiap dinamika perubahan tersebut.

Sedikitnya sampai saat ini terdapat empat titik tolak yang menjadi pemicu perubahan dalam kehidupan di muka bumi ini. Keempatnya merupakan titik radikal yang serta merta mengubah budaya kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut berangkat dari fenomena kehidupan industri. Keempat perubahan yang berdampak pada perubahan budaya kehidupan masyarakat tersebut adalah revolusi industri 1.0 (mekanik), revolusi industri 2.0 (listrik), revolusi industri 3.0 (computer/internet of human), serta revolusi industri 4.0 (computer/internet of things).

Baca Juga:SMKN 9 Jadi Percontohan Penerapan Kurikulum DaruratSeorang Pedagang di Pasar Baru Terpapar Covid-19

Sampai saat ini kehidupan manusia sudah berada pada era revolusi industri 4.0 dengan diwarnai oleh fenomena pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi yang mampu memobilisasikan entitas pengetahuan secara cepat, murah, dan masiv. Era ini melahirkan fenomena disrupsi pada sebagian besar tata kehidupan masyarakat. Pada revolusi industri 4.0 terjadi lompatan besar teknologi dengan adanya symptom pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi secara masiv dan optimal di kalangan masyarakat.

Sejalan dengan itu, ranah pendidikan—dengan memosisikan sekolah sebagai ujung tombaknya—harus meresponnya melalui penerapan strategi kebijakan yang tepat, sehingga langkah yang diambil tidak menihilkan fenomena perkembangan kehidupan yang terjadi pada saat ini dan masa datang. Sebagai salah satu ranah kebijakan yang harus mempersiapkan generasi pada masa depan, kebijakan pendidikan harus berada pada garis terdepan dan ujung tombak yang respons atas perubahan tersebut.

0 Komentar