Pilkades Ciamis Diundur, Warga Bakar Surat Undangan Pencoblosan

Pilkades Ciamis Diundur, Warga Bakar Surat Undangan Pencoblosan
BAKAR: Surat undangan pencoblosan dibakar warga. (Radar Tasikmalaya/ Iman S Rahman)
0 Komentar

CIAMIS – Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis, menerima keputusan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades). Sebab, keputusan Kementarian Dalam Negeri (Kemendagri) berlaku secara nasional dan sudah final.

“Mendagri tetap pada keputusannya untuk menunda pilkades. Karena itu kita tak bisa memaksakan,” ujar M Abdul Haris, Sekretaris Apdesi Kabupaten Ciamis, Jumat (14/8) dilansir Radar Tasikmalaya (Radar Garut Group).

Menurut dia, akibat penundaan pelaksanaan pilkades, banyak laporan kekecewaan yang masuk ke Apdesi. Bahkan, tak sedikit calon kepala desa yang jatuh sakit.

Baca Juga:Kawasan Industri, Bupati: Jangan Jadi PenontonGugus Tugas Klaim Pemberian Vaksin Gelombang Pertama Lancar

Ia mengatakan, pasalnya pelaksanaan Pilkades di Ciamis sudah memasuki masa kampanye terbuka. Tahapan Pilkades serentak hanya tinggal melakukan pemungutan suara, yang semula dijadwalkan pada Sabtu (15/8).

Haris mengatakan, biaya yang dikeluarkan para calon kepala desa untuk kampanye tak sedikit. Karena itu, banyak calon kepala desa atau keluarga calon yang sakit akibat penundaan ini. “Ya beban psikologis tidak akan terobati,” kata dia.

Haris meminta, Kemendagri mengeluarkan kompensasi akibat penundaan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Ciamis. Kompensasi itu berupa biaya ganti rugi kampanye pada calon kepala desa. “Soalnya anggaran yang sudah digunakan banyak. Karena ini hanya tinggal pemungutan suara,” katanya.

Meski banyak yang kecewa, Haris mengatakan, pihaknya akan berupaya menjaga kondusivitas masyarakat. Sementara itu warga Dusun Cinangka, Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, ramai-ramai bakar surat undangan. Aksi itu karena kesal atas ditundanya pilkades oleh Mendagri.

Diakui Elan Sutisna (32) bahwa bertepatan di hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 pagi sudah terjadwal di surat undangan datang ke TPS untuk mencoblos calon kepala desa.

Namun, Jumat sore diumumkan oleh pemerintah tidak jadi mencoblos. “Jelas kami kaget , kesal dan kecewa. Karena saya jauh-jauh hari sengaja pulang dari Bandung meliburkan diri bekerja untuk mencoblos, namun ternyata tidak jadi,” kesal Elan kepada Radar.

Elan mengaku, baru kali ini sepanjang sejarah pencoblosan Pilkades diundur. Apalagi sehari menjelang nyoblos malah dibatalkan. “Kami merasa dipermainkan pemerintah, sampai-sampai pesta rakyat Pilkades tidak jadi,” tegas Elan.

Baca Juga:Sekolah Tatap Muka DibatalkanBangkitkan Sektor UMKM Melalui Pameran Produk

Ditambahkan Yono Daryono (25) yang mengaku ragu untuk memberikan hak suaranya lagi. Baik Pilpres, Pileg, Pilkada apalagi pilkades. “Mendingan saya golput sekalian, karena kami merasa dipermainakan,” singkatnya. (iman s rahman)

0 Komentar