Soal Sekolah Tatap Muka, Wagub: Kami Serahkan Kepada Daerah

Soal Sekolah Tatap Muka, Wagub: Kami Serahkan Kepada Daerah
ILUSTRASI, siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh di koramil lembang karena terkendala jaringan internet.
0 Komentar

NGAMPRAH – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan di zona hijau. Zonasinya itu dinilai per kecamatan.

Sementara terkait pembukaan sekolah di zona kuning seperti yang disampaikan Kepala BNPB, Doni Monardo, pihaknya menyerahkan keputusan tersebut pada kepala daerah masing-masing.

”Sementara arahan dari bapak menteri, yang dibolehkan zona hijau dan zona kuning, pemerintah provinsi belum memberikan kesimpulan. Masih dalam pembahasan, apakah diberikan izin atau tidak (buat) yang zona kuning. Tapi itu juga tetap diserahkan pada kepala daerah masing-masing,” kata Uu, Kamis (13/8).

Baca Juga:Buka Peluang Berkarier Tinggalkan Panji BiruJelang KBM Tatap Muka, Tenaga Pengajar SMA/SMK Kota Sukabumi Akan Ditest Swab

Menurut Uu, pihaknya menekankan, pelaksanaan sekolah tatap muka juga harus berdasarkan kesepakatan dengan orangtua siswa. Sebab orangtua yang mengetahui kondisi anaknya masing-masing. ”Kan pemerintah provinsi memberikan kewenangan kepada bupati/wali kota untuk me-review kembali zona-zona yang ada di kecamatan. Siapa tahu, yang bulan kemarin zona kuning, setelah di-review kembali, jadi zona hijau, jadi boleh dilaksanakan,” jelasnya.

Tak hanya soal SMA/SMK, Uu juga membahas soal kegiatan pesantren yang lebih dahulu dibuka di tengah pandemi Covid-19. Ia bersyukur bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka di pondok pesantren selama ini tidak menimbulkan klaster baru. ”Sampai hari ini saya mengucapkan syukur alhamdulillah tidak ada yang terpapar (Covid-19), tidak ada klaster baru di pesantren,” tuturnya.

Uu menjelaskan, Pondok pesantren sudah menerapkan pembelajaran tatap muka sejak lama. Meski begitu, yang dibolehkan hanya pesantren yang berada di daerah aman penyebaran Covid-19. ”(Pondok pesantren) sudah bisa melaksanakan proses belajar mengajar, menerima santri. Jadi sudah tidak ada masalah,” akunya.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Dinas Pendidikan Jawa Barat Ester Miori Dewayani. Mengatakan, 18 Agustus mendatang, sebanyak 27 SMA/SMK di Kabupaten Bandung Barat siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Menurutnya, seluruh SMA/SMK itu berada di empat kecamatan, yakni di Cipeundeuy, Sindangkerta, Rongga, dan Gununghalu. Di Bandung Barat, keempat kecamatan itu masuk dalam zona hijau penyebaran Covid-19. ”Artinya, mereka boleh menggelar sekolah tatap muka. Jumlah sekolahnya ada 27 SMA/SMK,” pungkasnya. (mg6/rus)

0 Komentar