Utamakan Kesehatan Siswa, IAIS Gelar Belajar Tatap Muka

Utamakan Kesehatan Siswa, IAIS Gelar Belajar Tatap Muka
JAGA JARAK: Yayasan IAIS Soreang terapkan protokol kesehatan saat menggelar belajar tatap muka saat pandemi covid-19.
0 Komentar

SOREANG – Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, Yayasan Pendidikan Islam IAIS Soreang, Kabupaten Bandung akhirnya merealisasikan pembelajaran tatap muka. Namun pembelajaran tersebut dilaksanakan secara bergilir dan menerapkan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Yayasan IAIS Soreang, Asep Tosya Rostiawan menegaskan, pihaknya melaksanakan pembelajaran tatap muka berdasarkan usulan dan izin para orang tua siswa. ”Berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelumnya, sekitar 95 persen orang tua siswa menyatakan keinginan mereka dan setuju agar kegiatan belajar kembali dilaksanakan secara tatap muka,” kata Asep saat ditemui, Senin (3/8).

Asep menjelaskan, berangkat dari persetujuan orang tua siswa. Pihaknya mengoordinasikan rencana tersebut dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung. Begitu pula prosedur perizinan dari Kementerian Agama yang membawahi Lembaga Pendidikan Islam sudah ditempuh.

Baca Juga:Waspada, Kebakaran Ancam Kota BandungPemprov Cegah Kegaduhan Bansos

Menurut Asep, pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sekitar dua pekan di mana setiap rombongan belajar mendapatkan giliran tatap muka selama sepekan. Setelah itu, dua pekan kemudian mereka kembali belajar daring di rumah dan giliran rombel lain yang bertatap muka selama sepekan.

”Hari ini yang mendapat giliran tatap muka adalah Kelas 5-6 untuk MI, Kelas IX untuk MTs dan Kelas XI untuk MA. Yang kemarin sudah mendapat giliran tatap muka, sekarang belajar daring di rumah selama dua pekan sehingga sekaligus sebagai masa isolasi untuk berjaga-jaga,” jelasnya.

Dengan begitu, kapasitas yang terpakai di sekolah tersebut hanya sekitar sepertiganya saja. Hal itu terlihat cukup efektif untuk mencegah tidak adanya kerumunan siswa di luar ruang kelas yang masih di dalam lingkungan sekolah. Suasana di dalam kelas pun sangat memperhatikan jarak fisik antarsiswa dan guru.

Tak hanya di masa adaptasi seperti sekarang, hal itu memang sudah sejak lama diterapkan oleh IAIS yang hanya membatasi 1 rombel untuk maksimal 20 siswa. Namun yang berbeda kali ini, hanyalah kebiasaan baru yang diterapkan para guru dan murid. Selama belajar, siswa dan guru disiplin menggunakan masker atau pelindung wajah (face shield) sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Terkait protokol kesehatan, Asep pun menegaskan bahwa penyariangan ketat sudah dilakukan sejak dari gerbang sekolah. Sebelum masuk lingkungan sekolah, para siswa harus mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, melewati bilik disinfektan dan diperiksa suhu tubuhnya.

0 Komentar