Penguatan Integritas Siswa Saat Pandemi Covid-19

Menghubungkan perkembangan pendidikan saat ini dengan kebijakan pemerintah, tilikan bisa diarahkan pada kebijakan strategis pendidikan. Kebijakan yang diimplementasi oleh pemerintah adalah penerapan pendidikan karakter untuk seluruh warga sekolah. Pada penerapannya, terdapat lima nilai utama yang harus menjadi acuan, yaitu: religioitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas dalam setiap aspek kehidupan. Kelima nilai utama tersebut yang harus dikristalisasi pada setiap siswa dan warga sekolah lainnya.

Dalam kaitan ini, yang perlu digaris bawahi adalah kata integritas dalam setiap aspek kehidupan. Mengacu pada KBBI, integritas dimaknai sebagai mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Karena itu, dalam kata integritas tersirat makna setiap pelakunya memiliki kejujuran, bisa dipercaya, berkomitmen, dan bertanggung jawab.

Terkait dengan pola PJJ saat pandemi Covid-19, penguatan karakter integritas siswa perlu ditekankan, sehingga pembelajaran yang diwarnai dengan lahirnya fenomena penyelesaian tugas belajar secara instant atau berbasis tujuan dengan dominasi keterlibatan orang tua siswa sebagai kreatornya sudah sepantasnya disingkirkan jauh-jauh. Orang tua harus menekankan perlunya implementasi integritas dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pada fase PJJ masa tahun pelajaran baru ini, orang tua harus memosisikan diri sebagai pembimbing dari setiap anak-anaknya. Orang tua hanya harus bertugas untuk mengarahkan saja, bukan ikut serta membuatkan tugas belajar dari anak-anaknya. Orang tua harus menjadi pengingat semata kepada anak-anaknya dengan tidak melakukan intervensi terlalu dalam atas penyelesaian tugas belajar setiap anak-anaknya.

Dengan demikian, pola PJJ yang dilaksanakan benar-benar menjadi sarana penumbuhkembangan integritas, baik bagi orang tua, apalagi bagi siswa. Melalui penumbuhkembangan integritas ini, siswa didorong untuk memiliki tanggung jawab besar atas pelaksanaan pembelajaran yang diikutinya.

Untuk mencapai pada kondisi demikian, peran sekolah sangat dituntut hadir. Sekolah harus melakukan komunikasi dan memberi pencerahan terhadap orang tua siswa. Komunikasi dan pencerahan terhadap orang tua siswa harus dilakukan dengan sesering mungkin, sehingga mereka memiliki pemahaman komprehensif tentang pembimbingan belajar dengan mengedepankan integritas. Pemberian pemahaman tersebut perlu dilakukan oleh sekolah dengan memanfaatkan pola jarak jauh atau bila sangat terpaksa, dapat dilakukan dengan pola tatap muka langsung. Pemilihan pola tatap muka langsung dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan