Siswa SMKN 1 Kawali Ciptakan “Galuh Virtual”

Siswa SMKN 1 Kawali Ciptakan "Galuh Virtual"
INOVASI: Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kawali Kabupaten Ciamis, menciptakan aplikasi dan website bernama "Galuh Virtual", platform yang menyajikan seluruh kebudayaan Ciamis.
0 Komentar

CIAMIS-Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis baru-baru ini meluncurkan aplikasi dan website bernama “Galuh Virtual”, platform yang menyajikan seluruh kebudayaan Ciamis. Kerennya, aplikasi dan web tersebut digarap oleh seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kawali Kabupaten Ciamis bernama Redi.

Redi mengaku sangat antusias saat pihak sekolah memilihnya membuat web dan aplikasi tersebut. Terlebih, ini adalah kali pertama baginya mengerjakan proyek di luar permintaan atau tugas sekolah (Disbudpora Kabupaten Ciamis). “Kalau tugas kayak gini biasanya emang dapet dari guru dan itu enggak sekali- dua kali. Jadi ketika ada proyek ini, saya sangat antusias dan senang karena bisa nambah pengalaman serta punya koneksi baru,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (24/7).

Menurut Redi, karena telah belajar dan diajarkan dengan baik oleh pihak sekolah, siswa jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) ini mampu menyelesaikan web dan aplikasi tersebut dengan optimal. Meski demikian, bukan berarti ia tidak mendapat revisi dari klien. Hal inilah yang menjadi pengalaman menarik dan memberi pembelajaran berharga baginya.

Baca Juga:Pancasila Sudah Final, Implementasinya Harus DikawalBelum Izinkan Sekolah Tatap Muka, Pemkot Tetap Terapkan PJJ

“Meski penggarapannya enggak terlalu sulit, cuma kadang revisinya banyak. Tapi, jadi pembelajaran juga kalau apa yang saya pikirkan enggak akan selamanya sama dengan Disbudpora (klien) inginkan. Ini jadi tantangan juga, sih,” tutur siswa kelahiran 29 Desember 2001 tersebut.

Selain itu, Redi mengaku, sekolah sangat berperan aktif dalam proses pembuatan aplikasi dan web ini, khususnya dalam menunjang proses produksi, seperti disediakannya internet serta komputer. Bahkan, sekolah memberi pinjaman laptop agar lebih cepat meningkatkan kemampuannya. “Sekolah juga selalu memotivasi, mem-push kalau kami bisa,” ucap siswa yang baru lulus sekolah ini.

 Sementara itu, Ketua Kompetensi Keahlian RPL SMKN 1 Kawali sekaligus pembina proyek, Jajat Sudrajat menuturkan, pihaknya tidak hanya melibatkan siswa dalam proses pengerjaan. Mereka dilibatkan mulai dari perumusan, negosiasi awal, analisis data, analisis sistem hingga peluncuran. Hal ini penting sebab memberikan pengalaman yang tidak mereka dapatkan di sekolah.

“Sekolah sudah mengajarkan hal seperti itu. Kita libatkan siswa supaya tahu prosesnya apa saja dari awal hingga akhir,” ungkapnya.

0 Komentar