Hal tersebut, menurut Jajat, selaras dengan visi sekolah dalam mengasah serta menyalurkan kreativitas siswa. “Terutama di jurusan RPL dan programming. Ada motivasi dari kepala sekolah bahwa anak enggak cukup belajar di kelas, tapi harus terjun langsung ke lapangan. Dari sana, kita mencoba membuat sistem belajar seperti itu,” tuturnya.
Ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan program praktik kerja lapangan (PKL) dengan menyasar digitalisasi di lingkungan pemerintahan desa. Selain itu, SMKN 1 Kawali pun sedang merintis program pra-startup. “Program tersebut mulai dikenalkan kepada siswa kelas XI,” tutupnya. (dsdkjbr/tur)
