Jakarta – WhatsApp bekerja sama dengan UKM Indonesia menginisiasi program pelatihan untuk lebih dari 3.500 pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di 12 kota di Indonesia selama masa pandemi COVID-19.
WhatsApp APAC Public Policy Director Clair Deevy, Selasa menginisiasi program bertajuk “Go Digital & Scale Up with WhatsApp” yang menawarkan pelatihan untuk memulai dan menjalankan bisnis digital agar tetap bisa menjangkau, bahkan menarik pelanggan baru, walau dalam masa pembatasan sosial yang disebabkan oleh COVID-19.
“WhatsApp, melalui kampanye “BaWA Usaha Aja!”, berkomitmen mendukung perekonomian dan masyarakat Indonesia melalui digitalisasi,” katanya.
Baca Juga:Terapkan Aturan Dasar Praktik Aman Berinternet untuk AnakKompetisi Internal PBSI, Tunggal Putri Menanti Ledakan Pemain
Misi ini juga dimiliki oleh UKM Indonesia, sebuah portal khusus yang menyediakan informasi komprehensif terkait perizinan usaha untuk mendorong perkembangan UMKM di Indonesia.
Portal ini dibentuk dan dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Sebelumnya Kementerian Keuangan menyatakan bahwa UMKM adalah salah satu dari banyak sektor yang terdampak secara signifikan oleh pandemi COVID-19.
“Pandemi ini telah menimbulkan kendala-kendala yang tidak terduga oleh pelaku usaha kecil dan para pelanggan yang bergantung kepada mereka,” ujar Clair.
Ia menambahkan, program yang disusun oleh WhatsApp dan UKM Indonesia ini akan memberikan pelatihan yang bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM.
“Seperti cara masuk ke perekonomian digital, terutama dalam situasi sulit ini, agar mereka bisa membangun usaha mereka lebih lanjut dan tetap terhubung dengan pelanggan di seluruh Indonesia,” lanjut Clair.
Program pelatihan ini akan diadakan secara daring agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia berkesempatan untuk partisipasi.
Baca Juga:Sang Kapten Sarankan Timnya Mulai Berlatih Awal AgustusGubernur Jabar di Interupsi Dewan agar Terbuka untuk Penanganan Covid-19
Kurikulum pelatihan ini mencakup cara mengembangkan strategi bisnis, serta keterampilan umum untuk memasarkan suatu produk dan menjangkau pelanggan baru dengan memanfaatkan sarana digital seperti WhatsApp Business.
Ketua UKM Indonesia Dewi Meisari Haryanti, mengatakan Indonesia masih memiliki banyak tempat yang belum dilengkapi infrastruktur untuk konektivitas internet sebaik di perkotaan.
Sementara banyak peserta pelatihan membutuhkan sarana yang sederhana tapi tangguh, seperti WhatsApp Business, yang tidak memerlukan konektivitas terbaik untuk bekerja dengan baik.
“UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sebuah jumlah yang besar, sekitar Rp15,7 triliun per harinya. Mereka juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan di seluruh Indonesia,” kata Dewi.
