oleh

Dua Tunggal Putra Lolos Olimpiade

Menurut Hendri, Olimpiade yang ditunda setahun cukup disyukuri. Sebab, dengan begitu, Anthony dan Jonatan bisa lebih fokus mempersiapkan diri karena tiket sudah pasti di tangan. Namun, Ia tidak ingin berpikir terlalu jauh terlebih dahulu. Pasalnya, mereka juga punya target di depan mata. Yakni, sisa turnamen sepanjang 2020 ini. Termasuk Piala Thomas.

”Olimpiade masih jauh, ya. Kami menjaga segala kondisi fisik. Memperbaiki teknik dan memperkuat mental melalui berbagai pertandingan yang akan diikuti nanti. Untuk sekarang yang penting kondisi dulu saja,” tuturnya.

Baca Juga:  Gagal di Olimpiade, Jonatan Christie Bersiap ke Turnamen Selanjutnya

Hendri menjelaskan, masalah mental akan menjadi perhatian khusus nanti. Sebab, pressure dalam event sebesar Olimpiade jelas berbeda. Unggulan pertama tidak selalu , bahkan sulit juara. Setidaknya jika kita berkaca pada sejarah. Lee Chong Wei dua kali menjadi unggulan pertama, yakni 2012 dan 2016. Dua-duanya berakhir dengan medali perak.

Sebaliknya, ketika merebut emas pada 2004, Taufik Hidayat bahkan tidak berstatus unggulan. Saat itu unggulan pertamanya adalah Lin Dan. Sedangkan waktu Taufik menjadi unggulan pertama pada 2000, dia malah hanya mentok di perempat final. Sedangkan Hendrawan, yang diunggulkan di tempat kedua, berhasil meraih perak.

Baca Juga:  Angkat Besi Terancam Dicoret di Olimpiade, Ini Sebabnya

Anthony sepakat dengan pandangan sang pelatih. ”Ya, ini memang Olimpiade pertama saya dan saya belum pernah merasakan suasananya kayak gimana. Tapi, saya tidak mau terlalu mikir ke arah sana. Saya coba semaksimal mungkin mempersiapkan dan menikmati waktu ke depan sampai nanti puncaknya di Olimpiade,” kata Anthony.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga