Hikmah di Balik Wabah

Hikmah di Balik Wabah
1 Komentar

Adakah manusia yang mampu melakukan ini? Bahkan, dengan seluruh kekayaan yang dimilikinya akan muncul konflik dengan manusia lain yang mempunyai ego kepentingan.

Semua terkalahkan oleh keberadaan virus ini.

Dari aspek sosial, akan lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga untuk menstrukturkan kembali agenda-agenda kebersamaan keluarga yang positif.

Sikap konsumtif manusia akan berkurang karena mall, pusat perbelanjaan dan pusat hiburan serta keramaian dibatasi, kalaupun tidak ditutup.

Baca Juga:Bantuan Warga Bandung dari Pemprov Distribusikan Gunakan Jasa Pos dan OjolOded Geram Ada Banyak Telpon Palsu ke Call Center Covid-19

Kalaupun masih tersisa pertanyaan dari sementara orang tentang alasan penutupan rumah-rumah ibadah, bukankah itu sudah dijawab oleh para ulama dan juga pemerintah.

Semata-mata sebagai tindakan preventif mencegah meluasnya wabah Covid 19.

Lebih dari itu kajian tentang kondisi demikian makin masif dan intensif menimbulkan efek ikutan (nurturant effect).

Adanya tendensi upaya mendekatkan diri pada Sang Khalik sebagai tanda bahwa kita tidak memiliki daya dan upaya tanpa pertolongan dan perlindungan Allah SWT .

Seolah berbanding lurus dengan kondisi di atas, seorang ulama  Prof Nadirsyah Hosen yang akrab dipanggil Gus Nadir (2020) mengungkapkan bahwa, semua kemaksiatan berhenti seketika akibat korona.

Menurutnya, di saat manusia terkapar karena terpapar korona, perlahan alam semesta menemukan kembali harmoninya.

Kita pun bertanya inikah musibah atau anugerah? Inikah bencana atau rencana Allah?

Inikah aib kemanusiaan atau sebuah proses alam ghaib untuk memanusiakan kembali kemanusiaan kita?

Baca Juga:Pembatasan Pembelian Sembako Akan Diberlakukan Selama Pandemi Covid-19Anggaran PIPPK Direlokasikan untuk Tambahan Bantuan Warga yang Terkena Dampak Covid-19

Inikah azab atau inikah cara Allah yang sedang mengajarkan sikap hormat manusia pada semesta?

Inikah misteri atau inikah solusi?

Untuk menjawab sederet pertanyaan itu, Gus Nadir mengutip Q.S. Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi: ’’Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya’’.

Mengambil hikmah dari makna pernyataan ini, seyogianya selama tiga minggu kita di rumah kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menurunkan wabah ini sebagai peringatan dan ujian sekaligus.

Pertanda bahwa Allah SWT sayang dan percaya bahwa kita akan sanggup menjalani dan menghadapinya.

Walaupun kita merasakannya teramat buruk, tapi tidak bagi Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

’’Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

1 Komentar