Sepi Penumpang, Sopir Angkot di Cimahi Bakal Terima Bantuan

Sepi Penumpang, Sopir Angkot di Cimahi Bakal Terima Bantuan
ANGKOT BERIKLAN: Salah satu angkot beriklan menunggu penumpang di Jalan Sadang Serang Kota Bandung, Sabtu (3/10). Sebagian warga mengeluhkan adanya iklan yang memenuhi badan angkot karena menghalangi warna dasar angkot yang menjadi pembeda setiap jurusannya. Rencanaya hal tersebut akan dibahas dishub pekan depan. Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres
0 Komentar

CIMAHI – Sebanyak 500 sopir angkutan umum alias angkot di Kota Cimahi diproyeksikan bakal bakal menerima bantuan Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.

Bantuan Jaringan Sosial diperuntukan bagi warga yang terdampak ekonominya akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), seperti sopir angkot yang jelas terdampak akibat adanya virus tersebut. Sebab, dengan anjuran stay at home, work from home hingga penghentian aktifitas sekolah formal sangat berdampak terhadap penghasilan mereka.

Kepala Seksi Angkutan pada Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, data sopir angkot calon penerima bantuan itu terlebih dulu akan diverifikasi oleh RT, RW dan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi.

Baca Juga:Proyek Underpas Sriwijaya Jangan Melenceng dari PerencanaanDampak Covid-19 Membuat Omset Tambang Batu Hitam Merosot Tajam

“Para pekerja yang terdampak secara ekonomi ini salah satunya adalah sopir angkot. Ada sekitar 500 sopir yang didata untuk menerima bantuan,” ujar Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi, Jumat (10/4/2020).

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, ada sekitar 403 unit angkot dari seluruh trayek lokal di Cimahi. Dari jumlah tersebut, kendaraan yang aktif di 4 trayek lokal sebanyak 303 unit. Selama COVID-19, hanya setengahnya saja yang masih beroperasi.

“Saat ini hanya setengahnya saja yang beroperasi, sekitar 100 sampai 150 unit saja. Sisanya lebih memilih untuk setop operasi karena memang sepi penumpang,” beber Ranto.

Kondisi sepi penumpang tersebut sontak membuat para pengusaha dan sopirnya sangat terdampak. Mereka tak lagi bisa mendapatkan pemasukan sebab tidak beroperasi. Apalagi,  penumpang angkot di Kota Cimahi selama ini didominasi oleh pelajar.

“Penurunan penumpang angkot sangat signifikan, hampir mencapai 60 persen,” ucapnya.

Meskipun masih boleh beroperasi, para sopir angkot diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan membersihkan juga kendaraannya setiap hari.

“Mereka masih diperbolehkan operasional tapi diingatkan selalu membersihkan kendaraan dengan penyemprotan disinfektan, menyiapkan hand sanitizer, dan membuat penumpang agar berjarak di dalam kendaraan,” imbuhnya. (mg4/yan).

0 Komentar