“Karena niat awalnya memang membantu masyarakat, maka harga sesuai dengan tujuan awal. Jangan sampai membantu (menjual dengan harga tinggi) di atas penderitaan orang lain,” kata Ivan yang juga seorang apoteker ini.
Lebih jauh Ivan menjalaskan, cara membuat hand sanitizer itu, formula segala macam disesuaikan, diracik sendiri, sesuai dengan ketentuan. Bahan-bahan itu juga terdapat kandungan alkohol, daun sirih dan lainnya. Sementara hand sanitizer SMKN 7 itu diproduksi oleh Safa, sebuah produk kesehatan dalam negeri (PKD) yang telah mendapatkan izin dari Kemenkes RI.
Produk tersebut kata Ivan, dijual dengan beragam harga. Mulai Rp 15 ribu ukuran 60 ml, Rp 55 ribu untuk ukuran 250 ml, hingga dijual Rp 950 ribu untuk ukuran 5 liter.
Baca Juga:DPRD Jabar Dukung Sikap Buruh Tolak Omnibus LawMasa Darurat Virus Korona Ditetapkan Hingga Lebaran
“Ini tujuan awal bukan untuk komersi tetapi untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (tur)
