oleh

Tenaga Ahli Tidak Punya, DLH Cimahi Belum Bisa Gugat Perusahaan Pencemaran Lingkungan

CIMAHI – Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui sementara ini belum siap untuk melakukan proses gugatan secara mandiri terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran di Kota Cimahi.

Sebab, DLH Kota Cimahi belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang ideal, dai mulai Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) hingga tim ahli. Kemudian persoalan anggaran.

Baca Juga:  Eks Mensos Juliari Didakwa Terima Suap Bansos Rp 32 Miliar

“Itu kan banyak, PPLH, PPNS, tim ahli. Untuk mendatangan tim ahli, untuk mengadakan tahapan mediasi itu butuh. Nah, kita belum siap untuk melaksanakan itu,” ungkap Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny saat dihubungi, Minggu (1/3).

Selama ini, bagi pelanggar yang tak mengindahkan sanksi dari DLH Kota Cimahi selalu dilimpahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) untuk proses lebih lanjut, apakah akan diselesaikan melalui ranah pengadilan atau di luar ranah pengadilan.

Baca Juga:  Mayoritas PNS Akui Tingkat Korupsi di Indonesia Semakin Tak Terkendali

Seperti halnya kasus pelanggaran pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang dilakukan PT How Are You Indonesia (HAYI) yang beralamat di Jalan Raya Nanjung, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Sebab DLH Kota Cimahi belum memiliki perangkat yang disebutkan, akhirnya kasus pencemaran tersebut dilimpahkan ke KLHK RI, untuk kemudian dilakukan gugatan di Pengadukan Negeri (PN) Jakarta Utara. Alhasil, pabrik tekstil tersebut terbukti melanggar dan diputuskan harus membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 12,013 milyar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga