Setujukah Anda Mayoritas Guru Honorer Dipecat?

Setujukah Anda Mayoritas Guru Honorer Dipecat?
TERANCAN DIPECAT: Guru honorer yang tidak memiliki NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan), terancam dipecat.
0 Komentar

JAKARTA – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, guru honorer yang tidak punya NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan) tidak layak dipertahankan.

Menurut Indra, guru honorer yang tidak punya NUPTK
berarti tidak berkualitas. Karena itu, kata Indra, mereka sebaiknya
diberhentikan.

“Kok
ada guru honorer bisa tanpa NUPTK, tidak tahu di lapangan pada seenaknya saja.
Jumlah mereka banyak banget memang dan mereka memang tidak layak,” kata
Indra kepada JPNN.com, Kamis (13/2).

Baca Juga:UMB Siapkan 5.000 BeasiswaPersib Berpeluang Tambah Amunisi

Data
Kemendikbud mencatat, 47 persen dari total 1.498.344 guru honorer telah
memiliki NUPTK. Dengan kata lain, hanya 708.963 guru honorer yang punya NUPTK.

Artinya,
lebih banyak guru honorer yang belum memiliki NUPTK, yakni mencapai 789.381
orang atau 53 persen dari total jumlah guru honorer.

Ditegaskan
Indra bahwa para guru honorer tanpa NUPTK tersebut tidak layak dipertahankan.
Mereka ini tidak bermanfaat untuk pembangunan SDM unggul.

“Guru
honorer memang tidak bisa menopang SDM unggul jadi layak diberhentikan,”
tegasnya.

Indra
menceritakan saat rapat panja di DPR membahas revisi UU Sistem Pendidikan
Nasional, dirinya dicecar tentang nasib guru honorer.

Di depan
pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI, Indra mengatakan, harus memilih mau
membela sekelompok guru honorer yang butuh makan atau jutaan generasi penerus
bangsa.

“Saya
katakan mana yang jadi prioritas kita? Kalau kita pilih guru honorer, SDM
unggul tidak akan pernah tercapai,” ucapnya.

Baca Juga:Dua Gol Konate Loloskan Persebaya ke Semifinal Piala Gubernur JatimPenalti Ronaldo, Batalkan Kemenangan Milan

Kalau untuk masa depan bangsa, lanjut Indra, tolong pindahkan guru honorer ini ke bidang lain yang lebih layak. Pendidikan bukan tempat penyerapan tenaga kerja yang tidak punya keahlian mendidik. (esy/jpnn/tur)

0 Komentar